JAKARTA — Serangan siber pendingin mengganggu supermarket di sembilan negara Eropa pada Senin (2/11), membuat suhu lemari pendingin naik dan sejumlah toko membuang produk makanan. Gangguan ini memperlihatkan bagaimana kendali digital atas peralatan toko dapat berujung pada kerusakan pangan.
Supermarket di Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia melaporkan masalah pada sistem pendingin. Uni Eropa memperingatkan bahwa insiden itu diduga merupakan upaya untuk mengacaukan rantai pasokan pangan.
Negara mana saja yang terdampak serangan siber pendingin?
Sembilan negara yang melaporkan gangguan ialah Belgia, Estonia, Finlandia, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Swedia. Dampaknya berbeda di tiap negara, tetapi pola yang dilaporkan sama: sistem pendingin bermasalah dan suhu ruang penyimpanan meningkat.
Belgia mencatat gangguan luas. Carrefour Belgia melaporkan 15 tokonya terdampak, sementara jaringan Delhaize, Colruyt, dan Intermarche juga menemukan masalah pada sistem pendingin di sejumlah gerai. Ikea menyebut toko mereka di Mons mengalami serangan siber yang menaikkan suhu lemari pembeku.
Di Irlandia, Musgrave menyatakan 13 gerai SuperValu terdampak. Grup Mosqueteiros di Portugal mengonfirmasi insiden pada tujuh gerai Intermarche. Sementara itu, jaringan Coop Swedia melaporkan enam toko mengalami gangguan.
Italia juga melaporkan dampak pada sedikitnya empat supermarket Coop di Sisilia dan satu usaha di Tuscany. Pemerintah Italia dijadwalkan mengadakan pertemuan keamanan siber bersama badan intelijen untuk membahas serangan ini.
Bagaimana sistem pendingin bisa mengganggu pasokan pangan?
Di Italia, pimpinan Radenza Group Giuseppe Spadaro mengatakan serangan berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB pada Senin (2/11). Sistem kendali jarak jauh untuk area penyimpanan makanan beku menjadi sasaran. Ketika kendali itu terganggu, unit pendingin dapat beralih ke mode pencairan atau defrost, sehingga suhu naik.
Akibatnya terasa langsung di toko: makanan yang semestinya tetap beku atau dingin berisiko rusak dan harus dibuang. Bagi peritel, gangguan teknis pada perangkat bukan sekadar masalah operasional. Gangguan itu dapat mengurangi stok yang siap dijual, sementara konsumen menghadapi pilihan produk yang lebih terbatas di gerai terdampak.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.