Jumat, 6 November 2026 WIB
EKONOMI

Ekonomi RI Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47%, IHSG Menguat

Ekonomi RI Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47%, IHSG Menguat
Ekonomi RI Kuartal III 2026 Tumbuh 5,47%, IHSG Menguat

JAKARTA — Ekonomi RI tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, sementara IHSG menguat 2,21 persen dan rupiah terapresiasi pada penutupan perdagangan Kamis (5/11). Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan pergerakan pasar itu menempatkan pertumbuhan ekonomi serta penguatan aset domestik sebagai perhatian utama pasar.

BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 1,59 persen secara kuartalan pada periode yang sama. Angka tahunan itu meningkat dari pertumbuhan 5,29 persen pada kuartal II 2026, tetapi belum menyamai capaian kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen.

Ekonomi RI tumbuh 5,47 persen pada kuartal III

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga berlaku mencapai Rp 6.741 triliun pada kuartal III 2026. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan tercatat Rp 3.633,2 triliun.

Perbedaan pertumbuhan antarkuartal memberi gambaran bahwa laju ekonomi bergerak naik dibandingkan kuartal II, meski pertumbuhan tahunan masih lebih rendah daripada kuartal I.

Bagi rumah tangga dan pelaku usaha, angka pertumbuhan menjadi salah satu petunjuk mengenai kondisi kegiatan ekonomi secara umum. Namun, data agregat ini tidak dengan sendirinya menerangkan perubahan yang dialami setiap sektor atau kelompok masyarakat.

Posisi Indonesia di antara negara Asia Tenggara yang telah merilis data berada di urutan kedua. Vietnam mencatat pertumbuhan 9,95 persen secara tahunan, sedangkan pertumbuhan Indonesia melampaui Malaysia, Singapura, dan Laos.

Malaysia tumbuh 5,3 persen dan Singapura 5,4 persen. Keduanya melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, saat masing-masing mencatat pertumbuhan 6,0 persen dan 6,2 persen. Laos membukukan ekspansi 4,8 persen.

IHSG naik 2,21 persen, rupiah ikut menguat

IHSG naik 110,49 poin atau 2,21 persen pada perdagangan Kamis (5/11), lalu ditutup di level 5.030,26. Indeks LQ45 turut menguat 2,43 persen ke level 513,65.

Aktivitas transaksi tercatat mencapai Rp 9,73 triliun, dengan volume 22,28 miliar lembar saham dan frekuensi 1,31 juta kali. BBCA membukukan nilai transaksi terbesar di antara saham yang disebut, yakni Rp 841,89 miliar. BBRI menyusul dengan Rp 677,52 miliar.

Pergerakan itu berdampak langsung bagi investor yang memiliki saham atau memantau nilai portofolionya: indeks penutupan yang lebih tinggi mencerminkan kenaikan pasar pada hari tersebut, sementara nilai transaksi memberi gambaran aktivitas perdagangan. Namun, angka satu hari tidak memastikan arah bursa pada sesi berikutnya.

Rupiah juga menguat pada sore hari. Nilai tukar ditutup di Rp 18.067,8 per dolar AS, naik 43,1 poin atau 0,24 persen dari posisi pembukaan Rp 18.110,9 per dolar AS.

Penguatan pasar domestik berlangsung sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang terapresiasi. Hang Seng Hong Kong naik 3,59 persen, Straits Times Singapura menguat 0,53 persen, sedangkan SSE Composite China bertambah 0,10 persen.

Kombinasi pertumbuhan ekonomi, kenaikan IHSG, dan apresiasi rupiah memberi pasar beberapa indikator untuk dicermati bersamaan, bukan secara terpisah. Data BPS menunjukkan laju ekonomi tahunan membaik dari kuartal II, sementara perdagangan saham dan valuta asing sama-sama berakhir menguat pada Kamis.

Perhatian berikutnya tertuju pada rilis data ekonomi dan perkembangan perdagangan pasar yang dapat memberi gambaran lanjutan mengenai laju pertumbuhan serta arah aset domestik.

(AN)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair