Jumat, 6 November 2026 WIB
EKONOMI

Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen pada Kuartal III, Konsumsi Rumah Tangga Menguat

Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen pada Kuartal III, Konsumsi Rumah Tangga Menguat
Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen pada Kuartal III, Konsumsi Rumah Tangga Menguat

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada kuartal III 2026, lebih cepat dibandingkan 5,29 persen pada kuartal sebelumnya. Badan Pusat Statistik merilis angka itu pada Kamis, 5 November 2026, dengan konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang terbesar.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menyebut pertumbuhan tahunan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta. Produk Domestik Bruto atas dasar harga konstan mencapai Rp3.633,2 triliun, sedangkan atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.741 triliun.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan. Komponen ini menyumbang 51,97 persen terhadap PDB dan memberikan kontribusi 2,62 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tetap dominan.

Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal II 2026, saat angkanya mencapai 2,68 poin persentase. Meski begitu, porsi konsumsi yang lebih dari separuh PDB memperlihatkan besarnya peran belanja rumah tangga dalam aktivitas ekonomi.

BPS mencatat pengeluaran masyarakat untuk restoran dan hotel mendorong subsektor itu tumbuh 6,59 persen. Mobilitas masyarakat serta kegiatan pertunjukan dan olahraga juga turut mendukung pertumbuhan transportasi dan komunikasi. Nilai transaksi perdagangan melalui sistem elektronik naik 22 persen secara tahunan.

Belanja pemerintah tumbuh 8,95 persen pada kuartal III. Angka ini menambah dorongan dari sisi pengeluaran, sementara konsumsi rumah tangga mempertahankan posisi sebagai sumber pertumbuhan terbesar.

Pertumbuhan ekonomi pada periode ini juga disertai kinerja positif seluruh lapangan usaha. Industri pengolahan tumbuh 5,87 persen dan menyumbang 19,22 persen terhadap PDB. Perdagangan tumbuh 7,14 persen dengan kontribusi 13,24 persen, sedangkan konstruksi tumbuh 6,42 persen dan menyumbang 10,20 persen.

Sektor lain bergerak dengan laju beragam. Transportasi dan pergudangan tumbuh 8,03 persen, jasa keuangan 8,47 persen, dan informasi dan komunikasi 7,13 persen. Pertanian tumbuh 0,46 persen, sementara pertambangan mencatat pertumbuhan 0,91 persen.

Sebelum angka resmi diumumkan, sejumlah ekonom memperkirakan laju ekonomi kuartal III akan lebih rendah daripada realisasi. Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan 5,26 persen, sedangkan Permata Bank memperkirakan 5,23 persen. Realisasi BPS berada di atas kedua proyeksi itu.

Perhatian berikutnya tertuju pada keberlanjutan konsumsi rumah tangga, yang masih menyumbang bagian terbesar terhadap PDB. Pergerakan komponen pengeluaran dan kinerja sektor usaha pada kuartal selanjutnya akan memberi gambaran tentang arah pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(MJ)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair