JAKARTA — Pembukaan kembali jurusan SMA pada tahun ajaran 2027/2028 akan mengembalikan pilihan IPA, IPS, dan Bahasa, dengan harapan murid memiliki bekal lebih kuat saat melanjutkan kuliah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan rencana itu di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Bagi murid, kebijakan ini berarti pilihan bidang belajar di SMA akan kembali disusun berdasarkan jurusan. Kemendikdasmen masih merancang kemungkinan penyesuaian agar penjurusan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan kesiapan murid memasuki perguruan tinggi.
Jurusan SMA kembali diarahkan pada kesiapan kuliah
Mu’ti mengatakan penguatan pengetahuan dasar menjadi alasan pemerintah membuka kembali penjurusan. Menurut dia, kondisi pengetahuan dasar mahasiswa baru saat ini dinilai belum sesuai harapan.
“Yang nanti juga akan kami berlakukan mulai tahun pelajaran 2027/2028 adalah dibukanya kembali jurusan. Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan: IPA, IPS, dan juga Bahasa,” kata Mu’ti saat memberi arahan dalam kegiatan koordinasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama bantuan pemerintah untuk pengembangan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengajar Bahasa Inggris.
Ia berharap pengelompokan bidang belajar dapat membantu murid membangun dasar keilmuan yang relevan dengan pilihan studi. Dengan bekal yang lebih terarah sejak SMA, murid diharapkan lebih siap mengikuti pendidikan tinggi sesuai bidang yang diminati.
“Dengan dibukanya kembali jurusan, kami tentu saja berharap agar para murid, khususnya SMA, memiliki basis knowledge yang lebih baik, sehingga ketika mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi akan lebih siap lagi sesuai dengan bidang keilmuannya,” ujar Mu’ti.
Bagaimana kaitannya dengan Tes Kemampuan Akademik?
Kemendikdasmen menyebut arah penjurusan sudah mulai dibangun secara bertahap melalui Tes Kemampuan Akademik (TKA), yang diselenggarakan sejak tahun lalu. Dalam tes itu, murid mengikuti mata pelajaran pilihan yang dapat disesuaikan dengan orientasi studi mereka setelah lulus.
Hasil TKA juga mulai dimanfaatkan sebagai salah satu aspek penerimaan mahasiswa baru melalui jalur non-tes. Dengan demikian, rencana penjurusan SMA dan pemanfaatan hasil TKA sama-sama menghubungkan pilihan belajar di sekolah dengan persiapan masuk perguruan tinggi.
Dampaknya akan terasa pada cara murid menentukan arah studi sejak SMA. Pilihan jurusan dapat menjadi pertimbangan untuk memperkuat pengetahuan sesuai bidang yang hendak ditempuh, sementara hasil TKA ikut dipakai dalam proses penerimaan tertentu. Pemerintah masih mengkaji kemungkinan modifikasi, sehingga rincian penerapan penjurusan belum menjadi satu rancangan final dalam pernyataan Mu’ti.
Masih disusun. Mu’ti mengatakan penyesuaian perlu mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus kesiapan murid. Artinya, pengembalian nama jurusan IPA, IPS, dan Bahasa belum menutup ruang bagi perubahan dalam rancangan pelaksanaannya.
Kemendikdasmen menargetkan kebijakan mulai berlaku pada tahun ajaran 2027/2028. Tahap berikutnya adalah merancang bentuk penjurusan yang dinilai mampu memperkuat bekal akademik murid sebelum mereka melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.