JAKARTA — KRL Bekasi-Cikarang masih memakai rangkaian 8 kereta pada sejumlah perjalanan, dan KAI Commuter Indonesia (KCI) meminta maaf atas kepadatan yang dikeluhkan penumpang pada Jumat (6/11/2026). Pengaturan jumlah kereta, kata KCI, mengikuti ketersediaan serta kesiapan sarana.
Keluhan terutama muncul saat jam sibuk pagi dan sore, ketika banyak penumpang berangkat maupun pulang kerja. Penumpang mengaku harus berdesakan di dalam gerbong, sementara perjalanan lintas Bekasi/Cikarang juga berbagi jalur dengan kereta api jarak jauh.
KRL Bekasi-Cikarang beroperasi dengan berapa kereta?
KCI menyebut perjalanan lintas Bekasi/Cikarang saat ini memakai rangkaian 8, 10, atau 12 kereta. Komposisi tiap perjalanan disesuaikan dengan kesiapan sarana yang tersedia.
Dalam pernyataan melalui akun X @CommuterLine, KCI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang. Perusahaan juga mengatakan masukan pengguna menjadi bahan evaluasi.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya yang dirasakan. Saat ini, pengoperasian rangkaian telah disesuaikan dengan ketersediaan dan kesiapan sarana, sehingga masih terdapat perjalanan yang menggunakan SF 8 maupun SF 10,” demikian cuit KCI pada Jumat (6/11/2026).
Keluhan serupa disampaikan pengguna melalui Threads. Mereka menyoroti perjalanan dengan rangkaian 8 kereta pada jam pulang kerja, saat kepadatan penumpang terasa di dalam gerbong.
Mengapa kepadatan terasa di lintas Bekasi-Cikarang?
KRL lintas Bekasi/Cikarang tidak memiliki jalur khusus yang sepenuhnya terpisah. Perjalanan commuter line harus berbagi waktu dengan kereta api jarak jauh, sehingga jarak antar-KRL tidak bisa dibuat sepadat layanan di jalur Bogor-Jakarta Kota atau Tanah Abang-Rangkasbitung.
Kondisi itu berpengaruh langsung pada ruang dan waktu perjalanan yang tersedia. Saat rangkaian yang beroperasi lebih pendek, penumpang pada jam sibuk berkumpul di kapasitas gerbong yang lebih terbatas, sementara pengaturan perjalanan tetap memperhitungkan lalu lintas kereta lain.
Kepadatan bukan sekadar soal kenyamanan. Bagi pekerja yang mengandalkan KRL untuk pergi dan pulang, gerbong penuh dapat membuat perjalanan terasa lebih berat pada waktu ketika permintaan perjalanan sedang tinggi.
KCI menyatakan jumlah sarana yang beroperasi telah dioptimalkan sesuai kondisi di lapangan. Perusahaan juga menyebut rangkaian 10 dan 12 kereta tetap dijalankan pada sejumlah perjalanan, meski tidak semua perjalanan memakai komposisi yang sama.
Apa langkah KCI selanjutnya?
KCI mengatakan evaluasi dan pengadaan sarana terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas angkut serta pelayanan. Namun, untuk saat ini, panjang rangkaian masih bergantung pada ketersediaan dan kesiapan kereta yang dapat dioperasikan.
“Masukan Kakak menjadi perhatian dan evaluasi kami ya, Kak,” ujar KCI dalam tanggapannya kepada pengguna.
Bagi penumpang, perbedaan komposisi rangkaian berarti kondisi kepadatan dapat berubah dari satu perjalanan ke perjalanan lain. KCI menyatakan akan melanjutkan evaluasi dan pengadaan sarana; langkah itu menjadi hal yang ditunggu pengguna lintas Bekasi/Cikarang untuk menambah kapasitas layanan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.