TANGERANG — Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang telah mencapai progres pembangunan 70,7 persen, dengan target serah terima pada Februari 2027. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan perkembangan itu saat berada di Tangerang, Jumat.
Proyek ini ditujukan untuk mengurai kemacetan di jalur Bitung yang mengganggu mobilitas warga dan kegiatan ekonomi setempat. Pemerintah memproyeksikan tingkat kejenuhan lalu lintas turun dari kondisi yang mendekati angka 1 menjadi sekitar 0,5 setelah underpass beroperasi.
AHY menyebut pengerjaan berjalan sesuai target, bahkan sedikit lebih cepat dari rencana semula berdasarkan paparan teknis di lokasi. Penyelesaian konstruksi akan dikejar hingga serah terima atau PHO pada Februari 2027.
Underpass Bitung ditargetkan menekan kemacetan
Kepadatan di kawasan Bitung sudah lama berdampak pada perjalanan masyarakat. AHY menilai jalur itu membutuhkan penanganan yang lebih permanen, bukan sekadar perbaikan arus lalu lintas sementara.
“Sudah terlalu lama masyarakat yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan, yang tentunya perlu kita carikan solusi yang lebih permanen,” kata AHY.
Underpass memiliki panjang penanganan sekitar 350 meter, termasuk jalan pendekat menuju terowongan bawah tanah. Pembangunannya didukung anggaran sekitar Rp87,319 miliar, menurut keterangan AHY.
Perubahan angka kejenuhan lalu lintas menjadi salah satu ukuran dampak proyek. Kondisi yang mendekati angka 1 menggambarkan tingkat kepadatan yang tinggi, sementara target sekitar 0,5 diharapkan membuat arus kendaraan lebih lancar. Perhitungan itu merupakan proyeksi teknis, bukan hasil pengukuran setelah underpass dibuka.
Dampaknya akan terasa pada rutinitas pengguna jalan dan pergerakan barang. Waktu tempuh yang lebih singkat dapat membantu warga mencapai tujuan, sementara kendaraan logistik berpeluang mengirim komoditas dengan lebih lancar dan menekan biaya distribusi.
Progres Underpass Bitung sudah 70,7 persen
Dalam keterangannya, AHY mengatakan pekerjaan terus dikejar mengikuti jadwal yang telah disiapkan. Ia mengapresiasi keterlibatan Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengawal kelancaran proyek.
“Progresnya sejauh ini kurang lebih 70,7 persen, sesuai dengan target atau sesuai dengan timeline-nya. Insya Allah akan terus dikejar hingga tahun depan, dan Februari akan ada handover, PHO-nya di bulan Februari 2027,” kata Menko IPK tersebut.
Angka progres dan target penyelesaian itu sejalan dengan keterangan teknis yang disampaikan saat peninjauan lapangan. Pekerjaan yang sedikit lebih cepat dari rencana tetap harus menjaga kualitas konstruksi dan keselamatan, terutama ketika arus kendaraan melintas di sekitar lokasi.
Perhatian khusus juga diarahkan pada lalu lintas menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. AHY mengatakan pekerjaan di lapangan perlu mempertimbangkan kenyamanan pengguna jalan serta menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat.
Underpass Bitung masuk proyek strategis yang diharapkan memperkuat konektivitas di Kabupaten Tangerang dan kawasan sekitarnya. Kelancaran lalu lintas, menurut AHY, berkaitan langsung dengan waktu perjalanan, distribusi barang, serta produktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
AHY meminta seluruh pihak tetap mengawal pekerjaan hingga selesai dengan mutu dan keselamatan yang terjaga. “Mari kita kawal supaya ini tuntas dengan tingkat kualitas yang baik, aman semuanya, dan mudah-mudahan bisa menghadirkan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat Banten dan sekitarnya,” kata dia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.