Jumat, 6 November 2026 WIB
DAERAH

SiParkir Sorong Andalkan Teknologi untuk Dongkrak PAD

SiParkir Sorong Andalkan Teknologi untuk Dongkrak PAD
SiParkir Sorong Andalkan Teknologi untuk Dongkrak PAD

SORONG — SiParkir menjadi andalan Kabupaten Sorong untuk membenahi pengelolaan parkir dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah daerah memaparkan inovasi ini bersama program keamanan pangan AMAN dalam tahapan Presentasi Kepala Daerah pada Innovative Government Award (IGA) 2026, Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sorong Nimrod Sesa menyampaikan kedua inovasi itu sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat. SiParkir menyasar tata kelola retribusi parkir, sedangkan AMAN diarahkan untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dan mendorong pertanian sehat.

SiParkir Sorong menyasar kebocoran retribusi

Pengelolaan parkir di Kabupaten Sorong sebelumnya menghadapi sejumlah kendala. Sistem retribusi belum efektif dan terstandar, penataan parkir belum tertib, sementara kewenangan di lapangan masih tumpang tindih.

Pengawasan yang belum optimal juga membuka peluang kebocoran penerimaan. Akibatnya, sumbangan sektor parkir terhadap PAD belum maksimal. SiParkir dirancang untuk merapikan proses tersebut dengan pengelolaan yang lebih transparan dan memanfaatkan teknologi.

Nimrod menyebut pendekatan program itu sebagai low cost, high impact: biaya penerapan relatif rendah dengan harapan dampak yang dihasilkan besar. Ia menjelaskan, “SiParkir bertujuan membangun sistem parkir yang dirancang dengan pendekatan low cost, high impact, sehingga tata kelola sektor parkir dapat menjadi lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi.”

Dampaknya akan terasa pada kemampuan pemerintah daerah menata penerimaan dari aktivitas parkir. Sistem yang lebih tertib dapat membantu memperjelas pengelolaan retribusi dan memperkuat pengawasan, sementara tambahan PAD memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mendukung pelayanan publik. Namun, capaian itu bergantung pada pelaksanaan dan keberlanjutan inovasi di lapangan.

Bagaimana inovasi Sorong dikembangkan?

Dalam pemaparan IGA 2026, Nimrod menyebut Kabupaten Sorong telah mengajukan 87 inovasi hingga 2026. Sebanyak 51 inovasi atau 58,6 persen bergerak di bidang pelayanan publik, 16 inovasi atau 18,4 persen berkaitan dengan tata kelola pemerintahan daerah, dan 20 inovasi atau 23 persen mencakup urusan pemerintahan serta kewenangan daerah lainnya.

Data itu menggambarkan bahwa mayoritas inovasi yang diajukan berfokus pada pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Sorong menilai berbagai program tersebut ikut membangun budaya inovasi di organisasi perangkat daerah (OPD), meningkatkan mutu layanan, serta mendongkrak skor dan peringkat daerah dalam IGA.

Di luar urusan parkir, AMAN membawa perhatian pada keamanan pangan dan pertanian sehat. Pengawasan pangan menjadi bagian penting dari manfaat yang dituju, sementara pengembangan pertanian sehat memperluas cakupan inovasi daerah dari tata kelola penerimaan menuju kebutuhan masyarakat sehari-hari.

BSKDN Kementerian Dalam Negeri mendorong pemerintah daerah menghadirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat nyata. Dalam arah pengembangan berikutnya, Nimrod mengatakan, “Arah lanjut pengembangan inovasi adalah memperkuat pendampingan dan kurasi inovasi OPD, menjaga keberlanjutan dan replikasi inovasi, meningkatkan kualitas dokumen, bukti dukung dan dampak inovasi.”

Penguatan pendampingan dan kurasi akan menentukan apakah program seperti SiParkir dapat terus berjalan dan direplikasi, bukan berhenti pada tahap presentasi. Dari 87 inovasi yang diajukan Kabupaten Sorong hingga 2026, 51 berfokus pada pelayanan publik.

(AG)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Fakta atau hoaks? Uji kejelianmuFakta atau Hoaks? 6 Kabar Viral Awal November 2026 →