Pengalaman itu memperlihatkan fungsi koreksi dalam pemutakhiran data: warga dapat mengajukan sanggahan ketika penilaian awal tidak menggambarkan keadaan mereka. Bagi keluarga yang membutuhkan bantuan, ketepatan data berpengaruh langsung pada apakah kondisi mereka tercatat sesuai kenyataan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan sistem yang terintegrasi diharapkan memperkecil tingkat kesalahan data dan membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Menurut dia, tujuan pemerintah dan masyarakat adalah memastikan penerima manfaat benar-benar sesuai dengan sasaran program.
Gus Ipul juga mengajak pemerintah daerah, pilar sosial, serta RT dan RW bekerja bersama memperbarui data. Ia menyebut upaya membangun data yang akurat di Banyumas sebagai bagian dari kerja yang lebih luas untuk menghadirkan kesejahteraan.
Ribuan peserta berkumpul di GOR Satria
Arahan itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial. Acara tersebut dihadiri 3.540 peserta, mulai dari perwakilan RT/RW, Agen Perlinsos, operator SIKS-NG, perwakilan kecamatan, SDM PKH, hingga siswa Sekolah Rakyat.
Tribun GOR Satria dipenuhi peserta. Para siswa Sekolah Rakyat Banyumas turut tampil membawakan drama musikal, tari gumebyar, karate, silat, pidato tiga bahasa, paduan suara, dan puisi.
Sadewo, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, serta sejumlah pejabat daerah dan kementerian juga hadir. Di tengah pertemuan itu, angka yang menjadi perhatian tetap capaian registrasi: 209.176 kepala keluarga tercatat dalam Sistem Perlinsos Banyumas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.