Aturan itu memberi jalur yang lebih jelas bagi pemohon yang telah melengkapi persyaratan. Bagi investor, kepastian waktu dan proses perizinan berkaitan langsung dengan keputusan menjalankan proyek. Bagi Indonesia, kemampuan menerjemahkan komitmen menjadi investasi yang berjalan menjadi ukuran penting dari upaya memperbaiki iklim usaha.
Forum London juga membuka peluang di sektor keuangan
IIF 2026 mengusung tema “Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain” dan dihadiri sekitar 100 delegasi dari industri, perbankan, serta otoritas pemerintah. Forum tersebut mempertemukan calon investor dengan pemangku kepentingan dan menawarkan ruang untuk membahas peluang investasi.
Agendanya meliputi diskusi tingkat tinggi yang melibatkan pimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia. Ada pula presentasi proyek dari Danantara Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus, dan badan usaha milik negara, disertai pertemuan bisnis langsung.
Di London, Rosan juga bertemu Chairman Prudential plc Sir Douglas Flint dalam kapasitasnya sebagai CEO Danantara Indonesia. Mereka membahas peluang pengembangan usaha dan kelanjutan investasi Prudential, terutama pada sektor asuransi dan layanan keuangan.
Pembicaraan mencakup pengembangan layanan asuransi dan kesehatan terintegrasi, perluasan literasi serta inklusi keuangan, dan pengembangan talenta serta inovasi teknologi asuransi dan AI. Salah satu sasaran yang dibahas ialah meningkatkan penetrasi asuransi Indonesia menjadi 3,2% pada 2027.
Untuk mendukung investasi di sektor itu, pemerintah menawarkan Super Tax Deduction hingga 200% bagi penyelenggara program vokasi serta fasilitas perpajakan bagi lembaga keuangan yang beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia. Langkah berikutnya bergantung pada tindak lanjut proyek dan pembahasan kerja sama yang dibuka di London.









📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.