Senin, 9 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Starlink Unggul Saat Kabel Putus, tetapi Ada Gangguan Singkat

Keunggulan internet Starlink lewat antena satelit di atap rumah
Antena satelit menjadi penghubung pengguna Starlink dengan jaringan di orbit rendah. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Starlink mengandalkan jaringan satelit untuk menjaga koneksi saat kabel atau server internet tradisional terganggu. Keunggulan internet Starlink ini berasal dari banyak satelit yang bergerak di orbit rendah, meski perpindahan sinyal antarsatelit masih dapat memicu gangguan singkat.

Bagi pengguna yang mengutamakan koneksi tetap tersedia, kemampuan jaringan untuk beralih ke satelit lain dapat menjadi alasan memilih internet satelit. Namun, Starlink bukan jaminan bebas putus: cuaca ekstrem dan masalah pada infrastruktur internet di darat tetap dapat mengganggu layanan.

Keunggulan internet Starlink ada pada jaringan satelit

Starlink menggunakan kelompok satelit kecil di orbit rendah Bumi. Menurut data per Oktober 2026 dalam bahan perusahaan, lebih dari 11.000 satelitnya beroperasi pada ketinggian sekitar 205 hingga 311 mil, atau 330 hingga hampir 500 kilometer.

SpaceX terus meluncurkan satelit untuk memperluas jaringan maupun mengganti unit yang bermasalah. Dengan susunan berkelompok, satelit diharapkan selalu melintas di atas suatu wilayah. Ketika satu unit gagal, satelit lain dalam kelompok yang sama dapat mengambil alih koneksi.

Perbedaan ini terasa saat dibandingkan dengan jaringan darat. Satu kabel atau server yang rusak dapat membuat koneksi tradisional terputus selama berjam-jam. Jaringan satelit yang memiliki banyak unit di orbit dapat mengurangi ketergantungan pada satu titik, walau tidak menghapus semua risiko gangguan.

Posisi antena juga berpengaruh. Hambatan pada garis pandang belum tentu langsung memutus layanan karena satelit lain mungkin memiliki sudut yang lebih baik, selama antena dipasang dengan tepat.

Ketahanan antena tidak menghapus batas layanan

Perangkat Starlink generasi terbaru dirancang untuk menghadapi kondisi luar ruang. Antenanya dapat mencairkan salju dan bekerja pada suhu minus 40 hingga 110 derajat Fahrenheit, setara minus 40 hingga 43 derajat Celsius.

Jika dipasang dengan benar, antena juga diklaim mampu menghadapi hujan lebat dan angin yang kecepatannya melampaui 99 mil per jam, atau sekitar 160 kilometer per jam. Namun, kemampuan teknis itu tidak berarti layanan selalu berjalan mulus dalam cuaca buruk.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis