Senin, 9 November 2026 WIB
DAERAH

Nagari Creative Hub Sumbar Gandeng Mentor Bisnis Kasisolusi

Nagari Creative Hub Sumbar Gandeng Mentor Bisnis Kasisolusi
Nagari Creative Hub Sumbar Gandeng Mentor Bisnis Kasisolusi

PADANG — Nagari Creative Hub Sumbar menggandeng Deryansha Azhary, pendiri Kasisolusi, untuk memperkuat mentoring UMKM dan pendamping di 13 nagari percontohan pada 2026. Kolaborasi yang disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy di Padang pada Jumat malam, 6 November 2026, ini berfokus pada penguatan branding dan strategi bisnis.

Bagi pelaku usaha di nagari, pendampingan tersebut diarahkan agar produk lokal tidak berhenti pada proses produksi. Para pendamping diharapkan membantu UMKM membangun identitas usaha, meningkatkan pengelolaan produk, dan memperluas pasar.

Nagari Creative Hub Sumbar fokus pada branding dan strategi bisnis

Vasko mengatakan Deryansha akan memberikan mentoring kepada para pendamping yang membina UMKM peserta program. Dengan bekal tersebut, pendamping diharapkan lebih mampu membantu pelaku usaha mengembangkan produk dan merancang pemasaran.

“Kita ingin program NCH ini berjalan lebih optimal, untuk itu kita perlu mentoring dari pakar seperti Deryansha Azhary, terutama untuk urusan branding dan strategi bisnis,” ujar Vasko.

Fokus itu menyentuh tantangan yang kerap dihadapi usaha lokal: produk memiliki potensi, tetapi identitas dan cara memasarkannya perlu diperkuat. Branding membantu konsumen mengenali karakter usaha, sementara strategi bisnis memberi arah bagi pengembangan produk dan jangkauan pasar.

Singkatnya, bukan cuma produksi.

Potensi nagari mencakup produk dan budaya

Vasko menyampaikan bahwa kunjungannya ke berbagai nagari memperlihatkan banyak potensi lokal bernilai ekonomi. Namun, sebagian potensi masih membutuhkan pengelolaan, pengemasan, dan pemasaran yang lebih baik.

Potensi itu mencakup produk fisik, seperti kuliner dan pakaian khas nagari. Kekayaan budaya yang tidak berwujud juga dapat dikembangkan, mulai dari silek dan randai hingga musik tradisional serta tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.

Pengembangan potensi tersebut membutuhkan lebih dari sekadar menghasilkan barang atau menyelenggarakan kegiatan budaya. Pelaku usaha perlu menguatkan identitas, kreativitas, dan kualitas, lalu menyampaikan nilai produknya kepada pasar. Di titik itu, pendampingan bisnis dapat membantu menghubungkan potensi setempat dengan cara pengembangan yang lebih terarah.

Vasko mengatakan pembangunan program juga mencakup aspek manusia dan sistem. “Yang kita bangun bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi juga sistem, sumber daya manusia, dan pendampingan. Kita ingin nagari memiliki kemampuan untuk berkembang secara mandiri, produktif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →