Senin, 9 November 2026 WIB
DAERAH

Helikopter BNPB Jatuh di Barito Kuala, Tiga Kru Dievakuasi dan Satu Meninggal

Helikopter BNPB Jatuh di Barito Kuala, Tiga Kru Dievakuasi
Helikopter BNPB Jatuh di Barito Kuala, Tiga Kru Dievakuasi Foto: Sindonews

BARITO KUALA — Helikopter BNPB jatuh di Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, saat menjalankan misi pemadaman karhutla pada Minggu, 8 November 2026. Tiga kru dievakuasi dari lokasi. Satu di antaranya, kru asal Indonesia, kemudian dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua pilot asing selamat.

Helikopter Super Puma dengan registrasi VH-HGM itu jatuh di sekitar Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan. Informasi dari Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.58 WITA.

Evakuasi kru dan helikopter ke tepian sungai dilaporkan telah dilakukan. Namun, keterangan awal dari Kantor SAR Banjarmasin menyebut penyebab serta urutan kejadian masih dihimpun. Kepala Kantor SAR Banjarmasin I Putu Sudayana menyampaikan sedang menuju tempat kejadian bersama anggota yang dikerahkan.

“Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi, saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi,” kata I Putu Sudayana.

Helikopter BNPB jatuh saat misi karhutla

Informasi awal menyebut helikopter mengalami kecelakaan ketika bermanuver mengambil air di Sungai Barito untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Namun, Berton mengatakan belum dapat memastikan apakah helikopter jatuh saat melakukan pengambilan air.

Rekaman amatir yang diterima memperlihatkan helikopter mendekati permukaan sungai sebelum kehilangan kendali dan jatuh. Warga sekitar terlihat mendatangi lokasi untuk membantu awak. Rekaman itu memberi gambaran detik-detik kejadian, tetapi belum menjelaskan penyebab kecelakaan.

Identitas pesawat yang dihimpun dalam informasi awal menyebut tipe Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225. Pesawat tercatat dengan nomor registrasi VH-HGM dan nomor seri 2878. BNPB menyatakan helikopter tersebut merupakan armada sewaan.

Apa dampak kecelakaan bagi operasi pemadaman?

Kecelakaan terjadi ketika helikopter menjalankan misi karhutla, sehingga evakuasi awak dan penanganan pesawat menjadi perhatian langsung di lokasi. Peristiwa ini juga menempatkan operasi pengambilan air dari sungai dalam sorotan, sebab kegiatan tersebut disebut dalam informasi awal sebagai bagian dari upaya pemadaman.

BNPB menyebut tiga kru yang dievakuasi adalah Michael John Betteridge, warga negara Australia; Hugh Andrew John, warga negara Selandia Baru; dan Yayan, warga negara Indonesia. Keterangan evakuasi itu memberi kabar penting bagi keluarga kru dan petugas yang menunggu perkembangan operasi.

Kantor SAR Banjarmasin menerima informasi kecelakaan dan mengerahkan anggota yang tersedia. I Putu Sudayana mengatakan dirinya sedang menuju lokasi untuk melihat langsung keadaan dan menyampaikan perkembangan setelah tiba.

Peristiwa di Barito Kuala ini berbeda dari kecelakaan helikopter Mi-17 milik TNI AD di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang juga disebut dalam pemberitaan terkait operasi karhutla.

Kecelakaan Mi-17 merupakan kejadian terpisah; informasi mengenai penemuan perekam suara kokpit dalam bahan pembanding juga merujuk pada insiden di Seruyan, bukan helikopter Super Puma di Sungai Barito.

Untuk kecelakaan VH-HGM, proses konfirmasi dan penanganan masih berlangsung ketika informasi awal disampaikan. Tiga kru telah dievakuasi.

Baca juga: Helikopter Super Puma Jatuh di Barito Kuala, Satu Kru Tewas

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING LPDP 2027 Belum Dibuka: Status Tahap 2 2026, Timeline, Jenis Beasiswa, dan Syarat