SYDNEY — Sarah Hunter, Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia, mengatakan kecerdasan buatan (AI) belum terbukti meningkatkan produktivitas atau memicu kehilangan pekerjaan secara luas dalam pidatonya di Sydney pada Senin, 9 November. Namun, investasi AI dan pusat data dapat menambah tekanan harga serta risiko bagi stabilitas keuangan.
Penilaian itu penting bagi pekerja dan pelaku usaha karena dampak AI mulai terlihat berbeda antarbidang, meski bukti perubahan besar pada pekerjaan masih terbatas. Hunter juga memperingatkan bahwa nilai aset dapat terkoreksi tajam jika hasil investasi AI tidak memenuhi harapan.
AI belum mengubah produktivitas secara luas
Dalam konferensi UBS di Sydney, Hunter menyampaikan bahwa sejauh ini belum banyak bukti AI telah menaikkan produktivitas secara berarti. Ia juga menilai teknologi itu belum menimbulkan dampak besar terhadap lapangan kerja secara keseluruhan.
Namun, beberapa tanda penyesuaian mulai terlihat. Hunter menyebut lowongan kerja dan hasil ketenagakerjaan melemah pada pekerjaan yang lebih terpapar AI. Pertumbuhan justru lebih kuat di bidang yang relatif sedikit terdampak teknologi tersebut, terutama bagi pekerja muda.
Perbedaan itu menunjukkan bahwa pengaruh AI tidak muncul seragam di semua pekerjaan. Untuk saat ini, sinyal perubahan tampak pada sektor dan kelompok pekerja tertentu, bukan sebagai gelombang kehilangan pekerjaan yang meluas.
Perubahannya mulai terasa.
Investasi pusat data menambah tekanan harga
Hunter mengatakan dampak AI terhadap inflasi dapat berubah seiring waktu. Pada tahap awal, investasi teknologi berpotensi mendorong permintaan ketika kapasitas pasokan ekonomi masih terbatas. Kondisi itu dapat menambah tekanan harga.
Ledakan investasi pusat data di Australia telah ikut meningkatkan permintaan dalam perekonomian. Bank sentral Australia menaikkan suku bunga lima kali tahun ini hingga mencapai 4,85 persen, level tertinggi dalam 18 tahun, untuk melawan inflasi. Pernyataan Hunter menempatkan pembangunan infrastruktur AI sebagai salah satu unsur yang menambah tekanan tersebut.
Tekanan itu bisa mereda jika kapasitas pasokan mengejar permintaan. Hunter mengatakan perluasan kapasitas pusat data dan sektor terkait dapat mengurangi hambatan yang terjadi sekarang.
Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan produktivitas yang lebih luas dapat membuat perekonomian menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan sumber daya yang sama. Jika itu terjadi, tekanan inflasi awal dari investasi AI berpeluang berkurang.
Risiko bagi pasar keuangan ikut menguat
Di luar inflasi dan pekerjaan, Hunter menyoroti kemungkinan AI menambah risiko terhadap stabilitas keuangan. Harga aset yang berkaitan dengan investasi teknologi dapat berubah tajam jika perkiraan keuntungan tidak tercapai.
Risikonya bukan sekadar penurunan harga biasa. Hunter memperingatkan kemungkinan penyesuaian pasar yang tidak teratur apabila hasil investasi AI jauh di bawah ekspektasi. Karena itu, laju investasi dan imbal hasilnya dapat memengaruhi kondisi keuangan, meski produktivitas belum menunjukkan peningkatan berarti.
Bagi masyarakat, peringatan tersebut menggarisbawahi dua dampak yang berjalan dengan kecepatan berbeda: investasi AI sudah menambah permintaan, sementara manfaat produktivitas dan perubahan pekerjaan masih terbatas. Bank sentral Australia kini menghadapi tekanan inflasi ketika suku bunga telah mencapai 4,85 persen.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.