GARUT — MilkLife Soccer Challenge Garut Seri 1 2026–2027 berakhir pada Minggu (8/11/2026), dengan SDN 1 Cinunuk menjuarai KU 10 dan SDN 1 Mekarmukti membawa pulang gelar KU 12 setelah mencetak total 124 gol.
SDN 1 Cinunuk menang 1-0 atas SDN 2 Muarasanding, sedangkan SDN 1 Mekarmukti menundukkan MIN 4 Garut dengan skor 13-0 pada final. Turnamen berlangsung pada 3–8 November 2026 di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga, Garut.
Penyelenggaraan perdana MLSC di wilayah Priangan Timur itu diikuti 1.516 peserta. Hasilnya memperlihatkan dua cerita berbeda: Cinunuk bertahan dalam laga ketat, sementara Mekarmukti mendominasi sepanjang kompetisi.
MilkLife Soccer Challenge Garut: final KU 10 ditentukan satu gol
SDN 1 Cinunuk menghadapi tekanan dan kesulitan membangun serangan saat melawan SDN 2 Muarasanding. Namun, Alika Nayla Putri menemukan celah yang mengubah jalannya final.
Alika menggiring bola dari garis tengah, melewati penjagaan lawan, lalu menuntaskan peluang ke sisi kiri gawang. Gol tunggal itu memastikan Cinunuk menang 1-0 dan mengangkat trofi KU 10.
Pelatih SDN 1 Cinunuk, Yuga Nugraha Putra, menyebut timnya hanya memiliki persiapan sekitar satu pekan. Ia menilai kekompakan pemain ikut menentukan kemenangan dalam laga yang berjalan sulit.
“Jujur saja persiapan kami mepet karena cuma satu minggu. Kami hanya instruksikan agar pemain melakukan yang terbaik dan kompak di lapangan. Alhamdulillah. Syukur bisa menang di MLSC Garut Seri 1 ini,” kata Yuga.
Dominasi Mekarmukti berbuah 124 gol
Di KU 12, SDN 1 Mekarmukti mengakhiri final dengan kemenangan 13-0 atas MIN 4 Garut. Tim itu menutup turnamen dengan koleksi 124 gol dan tanpa kebobolan.
Raisya Rena Alfiyani langsung menekan pertahanan lawan. Gelandang itu mencetak tujuh gol pada menit ke-1, 4, 7, 8, 11, 14, dan 15. Naffisa Aqila Himawan menambah tiga gol pada menit ke-5, 13, dan 20.
Mekarmukti menutup babak pertama dengan keunggulan 10-0. Pada babak kedua, Naura Anindya Lakeisha mencetak dua gol pada menit ke-17 dan 20, sedangkan Berlinda Allina Syafitri menambah gol dua menit sebelum pertandingan berakhir.
Produktivitas itu bukan hanya tampak di final. Catatan 124 gol tanpa kebobolan menunjukkan Mekarmukti mampu menjaga ancaman di depan sekaligus mengunci pertahanan sepanjang turnamen. Bagi peserta usia sekolah, kompetisi ini memberi panggung untuk menguji kemampuan lewat pertandingan, bukan hanya latihan.
Raisya menjadi pencetak gol terbanyak setelah membukukan 49 gol. Ia berusia 11 tahun dan mulai menekuni sepak bola sejak usia delapan tahun. Raisya mengatakan latihan dan kedisiplinan membantu tim tampil lebih percaya diri.
“Senang (jadi top scorer). Kami selalu diminta untuk rajin latihan dan disiplin mengikuti instruksi pelatih. Alhamdulillah kami bisa jadi juara,” ucap Raisya.
Pelatih Kepala SDN 1 Mekarmukti, Irman Muhamad Asmara, mengaitkan keberhasilan tim dengan latihan intensif selama beberapa bulan terakhir. Usai Seri 1 Garut berakhir, para pemain kini membawa hasil kompetisi itu sebagai bekal untuk menghadapi agenda sepak bola berikutnya.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.