Meski begitu, kemampuan SM memproses emosi lain sebagian besar tetap terjaga. Feinstein mengatakan kebahagiaan, kemarahan, dan kesedihan tidak ikut hilang seperti rasa takut yang terdampak penyakit tersebut.
“Hal yang luar biasa adalah gangguan ini secara khusus memengaruhi rasa takut. Kemampuannya dalam memproses emosi lain, seperti kebahagiaan, kemarahan, dan kesedihan, sebagian besar tetap terjaga,” kata Feinstein.
Respons takut juga bisa datang dari dalam tubuh
Pengalaman SM memperlihatkan peran amigdala dalam mengenali ancaman dari luar dan menghubungkan rangsangan dengan pengalaman buruk. Proses mengaitkan rangsangan dengan kejadian menakutkan dikenal sebagai fear conditioning, atau pembelajaran rasa takut.
Namun, penelitian terhadap SM dan dua pasien lain dengan kerusakan amigdala menemukan respons berbeda saat mereka diminta menghirup karbon dioksida (CO2). Ketiganya mengalami serangan panik hebat.
Temuan itu menunjukkan otak memiliki jalur berbeda untuk menghasilkan rasa takut: satu merespons ancaman dari luar, sementara jalur lain merespons perubahan yang berasal dari dalam tubuh. Perbedaan ini membantu menjelaskan mengapa kerusakan amigdala dapat menghilangkan sebagian respons takut, tetapi tidak semua bentuk kepanikan.
Feinstein menggambarkan kontras itu melalui pengalamannya bersama SM: ia dapat mendekati ular dan laba-laba tanpa takut, tetapi mengalami kepanikan saat tubuhnya merespons karbon dioksida.











































📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.