Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Dasco Terima Audiensi Guru TK di DPR: Honorer Minta Diangkat Jadi PPPK

Dasco Terima Audiensi Guru TK di DPR
Ketua Umum PP IGTKI PGRI Eka Putri Handayani menyampaikan aspirasi guru TK dalam audiensi dengan Wakil Ketua DPR Sufmi

JAKARTA — Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menerima delegasi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI PGRI) di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (30/7). Organisasi yang mewakili sekitar 350 ribu guru TK tersebut menyuarakan aspirasi kritis: mengangkat guru honorer, terutama di sekolah swasta, menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Eka Putri Handayani, Ketua Umum PP IGTKI PGRI, menyampaikan apresiasi atas penerimaan Dasco. “Alhamdulillah, kami sudah diterima dengan baik oleh Bapak Wakil Ketua DPR. Banyak sekali aspirasi yang kami sampaikan dari guru Taman Kanak-Kanak se-Indonesia,” ungkapnya kepada wartawan.

Mayoritas guru TK Indonesia adalah tenaga swasta dengan status honorer tanpa kepastian karir. Eka menjelaskan: “Harapan kami guru TK dapat diangkat menjadi PPPK. Dan juga program inpassing agar bisa merata untuk seluruh guru TK di Indonesia.” Permintaan ini mencerminkan krisis kepegawaian yang melanda ribuan pendidik di level paling dasar pendidikan formal.

Aspirasi lain yang dibawa IGTKI PGRI mencakup dukungan DPR untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru TK tingkat nasional yang akan dihadiri 4.000 guru dari seluruh nusantara. Organisasi juga meminta kesempatan rapat langsung dengan Presiden.

Kompetensi Guru di Daerah Masih Tertinggal

Suhendri, Dewan Kehormatan IGTKI PGRI, menguraikan kebutuhan mendesak lainnya: perluasan program peningkatan kompetensi guru melalui jalur formal dan nonformal. Masalahnya nyata — masih banyak guru TK, khususnya di daerah, hanya memiliki kualifikasi SMA atau SMK, bukan sarjana.

“Alhamdulillah memang sudah ada program pemerintah untuk peningkatan kompetensi melalui jalur S1, tapi kalau bisa dicanangkan lebih luas akan lebih baik,” katanya. Suhendri mencontohkan kebutuhan spesifik: pelatihan bagi guru yang menangani peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.

“Anak-anak berkebutuhan khusus gabung di sekolah biasa tapi mereka tidak bisa mengajar seperti apa,” jelasnya.

Persoalan akreditasi juga menjadi sorotan. Banyak sekolah TK di daerah belum mendapat akreditasi resmi, meskipun program sudah dicanangkan pemerintah. IGTKI PGRI meminta perluasan jangkauan akreditasi ke seluruh pelosok.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda