Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Bersama Anton Charliyan, Abu Yaseer Siap Perangi NII Dan Radikalisme

Bersama Anton Charliyan, Abu Yaseer Siap Perangi NII Dan Radikalisme
Foto: Abu Yaseer Mantan Panglima Besar NII - WIL 9 Beserta Petinggi NII Dan 80.000 Loyalis Sudah Kembali Kepangkuan NKRI Jawa Barat, Journalarta.com - Mantan Kapolda…

“Untuk itu kita harus betul-betul bisa jadi satu frekuens jika ingin melawan agenda mereka tersebut,” timpalnya.

Menurut mantan Kadiv Humas Polri ini, jika kita masih mencintai NKRI dan masih menginginkan NKRI tetap berdiri sebagai bangsa dan negara yang utuh dan berdaulat, mari kita satukan seluruh komponen kekuatan kita, baik suku, ras, agama, moril maupun materil untuk bersama-sama melawan mereka yang mengusung faham radikalisme dan intoleransi wahabiisme & NII, dimana saat ini salah satu perjuangan bersama itu kebetulan ada di Kota Garut yang diwadahi ALMAGARI.

“Untuk itu mari kita jadikan perjuangan Garut sebagai perjuangan Nasional kita bersama. Jangan biarkan Garut berjuang sendirian sementara mereka lawan kita. Ramai-ramai bersatu padu menghantam Garut. Ingat, satu langkah kecil di Garut, satu langkah lurus di Galunggung akan jadi langkah besar di Indonesia. Mungkin memang harus dimulai dengan Galunggung dan Garut untuk meluruskan darurat NII ini, kembali sebagai Garuda Utama di Indonesia.

Mari kita perangi gerakan mereka sekecil apapun, jangan beri mereka kesempatan walau hanya satu inci sekalipun dan jangan biarkan mereka terus tumbuh dan berkembang menjadi virus yang menggerogoti bangsa dan negara dari dalam yang memang pada kenyataanya mereka sangat anti Pancasila dan UUD1945, sehingga menganggap para pejabat negara pun sebagai Thogut (penyembah berhala),” tandas Abah Anton.

Abah Anton Charliyan menjabarkan sebagaimana yang pernah terjadi di Suriah dan Afganistan dengan gerakan Takfirinya ya g juga sama ada di Indonesia yang kini ramai jadi aksi penolakan bersama masyarakat Garut Jabar yang tergabung dalam komunitas ALMAGARI (Aliansi Masyarakat Garut Anti Radikalisme dan Intoleran) serta gerakan komunitas SAMMARI ( Solidaritas Aksi Masyarakat Militan Anti Radikalisme & Intoleransi karena mereka sadar akan bahaya NII, yang kira-kira inilah yang akan terjadi apabila Garut menjadi negara NII.

“Kami kedatangan Abu Yaseer bersama jajarannya dan menggelar press conference ini untuk mengetahui lebih jauh mengenai pergerakan NII yang sebenarnya dan agenda ke depannya. Yang jelas agenda besar mereka di tahun 2024 harus bisa memegang tampuk kekuasaan tertinggi baik secara konstitusional maupun inkontitusional yang diduga kuat ada campur tangan kekuatan asing. Lalu apa kira-kira yang terjadi jika golongan mereka berkuasa ? Hal ini mohon dijadikan catatan penting pemerintah dan pemerintah harus betul-betul serius menyikapi kondisi tersebut, jangan dianggap sekedar isu murahan, jangan sampai baru merasa memiliki setelah kehilangan,” pungkasnya.

Seusai menggelar press conference tersebyt, Abu Yaseer bersama dengan mantan para Bupati NII yang hadir dari eks wilayah 1 dan wilayah 7 Jawa Barat dan eks wilayah 9 mengungkapkan bahwa merekapun siap untuk hadirkan seluruh mantan NII yang sudah sadar kembali ke pangkuan NKRI untuk sama-sama sinergi perangi NII, radikalisme dan wahabiisme yang jumlahnya kira-kira 80.000 orang dan siap untuk membantu NKRI bila sewaktu-waktu diperlukan dibawah komando Abah Anton Charliyan untuk menebus kesalahan mereka dimasa lalu dan mami siap berkorban hidup dan mati untuk NKRI.(Red)

Halaman:123Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda