“Semenjak itu runtuh lah sistem PT Timah ini,” sesalnya.
Sementara, menyangkut sosok H alias I sebagai Kepala UPDB PT Timah Tbk, diyakini narsum berandil besar dalam dugaan skandal tersebut.
“Kalau kepala unit darat, pak H alias I, 1000% bermain. Jadi dia diangkat jadi kepala unit untuk program SHP oleh AA,” ungkap narsum.
Pada rentang tahun 2018 hingga 2019, H diduga bersekongkol dengan mitra perusahaan, yaitu CV SU.
Terindikasi ada sosok Direktur Keuangan PT Timah Tbk inisial EE, di belakang CV SU.
“Yang ngirim Toboali ribuan ton itu. Kirim barang 2000 ton ke UPDB. Tapi kadar tidak sesuai. Pas ngirim ke Mentok jatuh,” imbuhnya.
H lalu dimutasi Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Tbk pengganti AA pada tahun 2020, dan saat ini kabarnya ditempatkan di anak usaha perusahaan, yakni PT TIM.
Mengulik soal peran H, disinyalir hampir semua wasprod di bawah komando H ikut bermufakat bersamanya.
Tersebut lah inisial AT selaku Wasprod Bangka Tengah, dan ES selaku Wasprod Bangka Selatan yang sudah diberhentikan dari PT Timah Tbk.
Mengenai dugaan keterlibatan H dan EE dengan CV SU, turut pula dikonfirmasikan oleh narsum lain yang berhasil diwawancara Metro7. Sebut saja narsum II.
Lebih rinci narsum II menjelaskan, Direktur CV SU dipegang oleh seorang mantan wartawan inisial T.
T disinyalir memasok bijih timah dari para mitra guna mencari biaya koordinasi untuk APH.
“Konon alasannya karena ada biaya koordinasi dengan pihak APH di wilayah Wasprod Bangka Selatan,” cetusnya.
Lewat CV SU ini, T diceritakan mengkoordinir pihak non-mitra yang ingin menitipkan bijih timah untuk masuk ke perusahaan.
Dikatakan, CV SU memasok bijih timah ke GBT Wasprod Bangka Selatan.
Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa mulai dari Kepala UPDB, wasprod, dan Kepala Gudang Bijih Timah (GBT) di wilayah Bangka Selatan maupun Bangka Tengah, dijadikan perpanjangan tangan untuk penerimaan bijih timah periode 2018-2019.
Bijih timah yang tak lolos kadar lebur disinyalir diterima oleh pihak gudang di Toboali dengan taksasi mikroskop dari pejabat gudang inisial D, agar sesuai kadar yang diinginkan.
