Departemen Kehakiman belum merilis daftar lengkap penerima dana, namun sumber dari dalam pemerintahan mengindikasikan bahwa sebagian besar akan diberikan kepada individu dan kelompok yang mendukung agenda politik Trump. Transparansi proses seleksi penerima dana juga dipertanyakan, mengingat tidak ada kriteria objektif yang dipublikasikan kepada masyarakat.
Selain California, beberapa negara bagian Demokrat lainnya juga dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah serupa untuk memblokir distribusi dana kontroversial ini. Namun California, sebagai ekonomi terbesar kelima dunia dan basis kekuatan Partai Demokrat, menjadi garda terdepan perlawanan terhadap kebijakan Trump.
Langkah Newsom ini diprediksi akan memicu gugatan hukum dari pemerintah federal. Pertarungan hukum antara negara bagian dan pemerintah pusat kemungkinan akan berakhir di Mahkamah Agung, yang saat ini didominasi hakim konservatif pilihan Trump. Namun Newsom tampak yakin dengan landasan konstitusional kebijakannya, mengingat negara bagian memiliki kewenangan luas dalam mengatur sistem perpajakan lokal.
Kebijakan pajak 100 persen ini juga menjadi sinyal keras bahwa California tidak akan tinggal diam terhadap apa yang mereka anggap sebagai penyalahgunaan dana publik untuk kepentingan politik partisan. Bagi Newsom, ini bukan hanya soal pajak, tetapi tentang prinsip akuntabilitas dan integritas pengelolaan uang rakyat di tengah polarisasi politik Amerika yang kian tajam.
Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)
Sumber: The Guardian (baca selengkapnya)
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.