Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Cerita Rakyat Belitung : Hikayat Raja Berekor

1780207165079
Ilustrasi Raja Berekor. Foto: JournalArta

Alhasil, kemanapun Raja Berekor ini pergi tempat duduk itu selalu di bawa. Dalam menjalankan pemerintahan, Raja Berekor di dampingi Sembilan pembantu, terdiri atas perdana mentri, hulubalang, dan pesuruh yang salah satunya bernama sikum. Selain itu di tangkap pula sejumlah perempuan untuk di jadikan juru masak dan dayang-dayang istana. Dengan dukungan sejumlah pembantunya, pemerintahan Raja Berekor berjalan baik dan sesuai dengan kehendak raja. Singkat kata, setiap kehendak raja selalu di turuti para pembantunya yang sebenarnya takut dengan kekekaran dan kebengisannya.

Satu hari seorang juru masak istana membuat kelalaian. Saat menyiapkan makanan siang buat sang raja, salah satu jarinya tersayat pisau hingga darahnya menetes dalam makanan yang sedang disiapkan. Ketika makanan tersebut dihidangkan kepada sang raja bukan mainnya takut juru masak. Tapi apa yang terjadi kemudian?.

Setelah dihidangkan sang raja memakannya dengan lahap. Sekonyong-konyong, Raja berekor tertawa terbahak-bahak sambil berteriak keras kepada Perdana Menterinya.

Perdana Mentri panggil juru masak !”. Perdana Mentri pun langsung memanggil juru masak dan kembali menghadap sang raja bersama juru masak tak lama kemudian.

Ampun Baginda hamba datang ngadap,” ujar Perdana mentri di ikuti juru masak.

Juru masak !Nyaman benar kau masak sari ne, rasenye lebe nyaman dari masakan nok lauda-uda. Bahan ape nok kau masokkan de dalamnye ?” tanyak raja berekor.

Ditanya demikian, juru masak gemetaran, mukanya pucat pasi, Keringat dingin mengucur deras di dahinya.

Ampun, tuan ku, hamba masak macam biase sajak, ndak ade nok demasokan bang masakan itu. Semuenye bumbu masakan kan bahan nok ade dedapor kitelah.,” jawab juru masak itu gemetaran.

Akh ,ndak mungkin !” sergah sang raja.

Cuba terus terang, pasti ade nik lebeh dari biase e,” sergah sang raja lagi.

Takut dengan raja, juru masak itu pun dengan pasrah dan terbata-bata berujar,”Seingat hamba, waktu mengiris sayor, ujung tangan hamba teriris pisuk lalu banyak keluar dara. Dara itu tecampor kan bumbu tadik” jawab juru masak sambil gemetaran.

Halaman:12345Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda