Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Prabowo: Semangat Waisak Perkuat Persatuan di Tengah Tantangan Dunia

Perayaan Waisak di vihara Indonesia dengan lampion dan bunga warna-warni serta umat berdoa
Foto: Ministry of State Secretariat / Wikimedia Commons (Public domain)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa semangat Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat persaudaraan dan menjaga persatuan nasional. Pernyataan ini disampaikan melalui video ucapan resmi pada puncak peringatan Hari Tri Suci Waisak yang digelar Minggu kemarin, di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Dalam pesan yang ditujukan kepada seluruh umat Buddha Indonesia dan dunia, Kepala Negara menekankan relevansi nilai-nilai kebijaksanaan dan cinta kasih sebagai fondasi penting dalam menjalin kehidupan berbangsa dan bernegara. “Semangat Waisak Tahun ini dengan Tema Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia, hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan, menebarkan kebaikan, mengedepankan dialog, dan menjaga kerukunan,” ujar Presiden.

Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa

Presiden Prabowo kembali menegaskan identitas Indonesia sebagai bangsa besar yang dipersatukan oleh keberagaman, bukan dipisahkan olehnya. Meskipun rakyat Indonesia memiliki latar belakang suku, agama, budaya, tradisi, dan adat yang berbeda-beda, menurut Kepala Negara, seluruh komponen bangsa dipersatukan oleh satu cita-cita: membangun Indonesia yang damai, adil, makmur, dan sejahtera.

Narasi keberagaman sebagai kekuatan ini bukan sekadar retorika seremonial. Di tengah dinamika sosial-politik yang kerap diwarnai polarisasi, pesan ini membawa pengingat strategis bahwa fondasi Indonesia bukan homogenitas, melainkan kemampuan mengelola perbedaan menjadi kekuatan kolektif. Pesan ini juga merespons tantangan global di mana konflik identitas dan intoleransi marak terjadi di berbagai belahan dunia.

Presiden menekankan bahwa persatuan nasional bukan sesuatu yang statis, melainkan hasil kerja keras berkelanjutan. “Kita harus terus bekerja keras, saling membantu, dan bergotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya, mengingatkan bahwa gotong royong tetap menjadi prinsip operasional dalam menghadapi ketidakpastian global.

Konteks Peringatan Waisak 2570 BE

Waisak 2570 Buddhist Era atau tahun 2026 dirayakan dengan tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan, Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”. Tema ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan nilai-nilai etika dan moralitas di tengah dunia yang menghadapi krisis iklim, konflik geopolitik, ketimpangan ekonomi, dan disrupsi teknologi yang mempengaruhi tatanan sosial.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda