Buka browser di HP, masuk ke cekbansos.kemensos.go.id. Pilih wilayah secara berurutan: Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, lalu Desa/Kelurahan sesuai KTP. Ketik nama lengkap persis seperti di KTP tanpa gelar, tanpa singkatan. Masukkan kode captcha yang muncul, klik CARI DATA.
Sistem akan menampilkan status kepesertaan bansos beserta posisi desil ekonomi. Prosesnya tidak sampir dua menit kalau koneksi stabil.
Cara Cek Lewat Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store. Daftar menggunakan NIK KTP dan nomor KK yang valid. Unggah foto KTP dan foto selfie sambil memegang KTP untuk verifikasi identitas. Setelah login, masuk ke menu Profil atau Cek Bansos — data kepesertaan dan posisi desil langsung muncul.
Total proses sekitar lima menit. Modal cukup HP, koneksi internet, dan NIK KTP.
Kedua kanal ini sepenuhnya gratis. Kemensos menegaskan tidak ada biaya apapun untuk mengecek data DTKS maupun DTSEN. Waspada terhadap tautan tidak resmi atau oknum yang meminta bayaran dengan iming-iming bisa mengubah posisi desil.
Kalau Data Desil Salah, Begini Cara Sanggah
Data BPS bisa meleset dari kondisi lapangan. Kalau posisi desil yang muncul tidak mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya, jalurnya ada dua. Pertama, laporkan secara offline lewat RT/RW, diteruskan ke Kelurahan, lalu ke Dinas Sosial setempat. Kedua, ajukan Usul Sanggah langsung lewat aplikasi Cek Bansos.
Verifikasi tetap dilakukan oleh BPS dan Dinsos sebelum data resmi diubah. Prosesnya tidak instan, tapi jalur resmi ini jauh lebih aman dibanding mempercayakan data kepada pihak ketiga yang tidak jelas.
Pembaruan data desil tiap tiga bulan membuat pengecekan berkala menjadi kebiasaan yang layak dilakukan terutama menjelang pencairan PKH dan BPNT di setiap triwulan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.