Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Hoaks AI Piala Dunia Beredar, Sisipkan Pesan Politik

Hoaks AI Piala Dunia menyebar lewat gambar palsu
World Cup. (Ilustrasi: AI)

Faktanya, gambar asli berbeda jauh. Pencarian cepat dengan kata kunci “Keir Starmer pub football fans” menunjukkan foto lama dengan orang yang sama, termasuk mantan wakil pemimpin Partai Buruh Angela Rayner. Saat foto asli diambil, Starmer mengenakan kaus putih polos, sementara tiga orang lain memakai jersey Inggris.

Seragam Kroasia pada versi viral tampak seperti hasil edit. Logo federasi sepak bola Kroasia terlihat buram, ukuran setiap logo tak konsisten, dan detail kain jersey jauh lebih lembut dibanding wajah para tokoh di foto.

Detektor AI ZeroGPT bahkan memberi indikasi tinggi bahwa gambar itu dibuat atau diolah dengan AI. Bukan bukti tunggal, tentu saja. Tapi gabungan tanda-tanda visual dan foto asli yang mudah ditemukan membuat klaimnya runtuh.

Foto Iran, protes, dan cerita yang dibelokkan

Kasus lain datang dari Iran. Sebuah gambar yang dibagikan luas menampilkan seorang pemain sepak bola Iran memegang ransel merah muda. Teks yang menyertainya menyebut itu bentuk penghormatan untuk “168 siswi yang dibunuh oleh Donald Trump”. Klaim itu mengumpulkan jutaan tayangan.

Masalahnya, foto itu bukan dari pertandingan Iran melawan Selandia Baru. Pemain di gambar juga bukan anggota skuad resmi Iran di Piala Dunia. Seragam yang dipakai tak cocok dengan jersey tim nasional Iran, dan stadion di gambar terlihat berbeda dari arena tempat laga berlangsung.

Yang menarik, ada inti peristiwa nyata di baliknya. Sejumlah suporter Iran memang melakukan protes di tribun pada pertandingan di Los Angeles, termasuk mengenang anak-anak yang disebut tewas dalam sebuah serangan di kota Minab, Iran. Investigasi media seperti The New York Times dan Bellingcat juga menyoroti kemungkinan keterlibatan militer AS dalam serangan itu yang menewaskan lebih dari 150 orang.

Jadi, peristiwanya nyata. Tapi gambar pemain yang mengangkat tas merah muda itu palsu. Ini penting. Karena hoaks paling efektif sering bekerja dengan cara mencampur fakta dan fiksi. Orang menangkap konteks yang benar, lalu menelan visual yang salah.

Poster Lula, Hitler, dan tanda-tanda editan

Halaman:123Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda