JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pemerintah menyalurkan bansos PKH, BPNT, hingga BLT senilai Rp600 ribu per tahap kepada 30 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sepanjang 2026 dan kamu bisa cek status penerimaan hanya dari HP, tanpa harus antre di kantor desa.
Data penerima bersumber dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) yang kini diperbarui menjadi DTSEN. Cukup siapkan KTP dan nama lengkap sesuai KK, prosesnya tak lebih dari dua menit.
Link Resmi Cek Bansos 2026
Hanya ada dua jalur resmi Kemensos untuk mengecek status bansos:
- Website: cekbansos.kemensos.go.id
- Aplikasi: “Cek Bansos” tersedia di Google Play Store dan Apple App Store
Penting: jangan pernah klik tautan dari SMS atau WhatsApp tak dikenal yang mengatasnamakan Kemensos. Kemensos tidak pernah meminta biaya apapun dalam proses pendaftaran maupun pencairan bansos.
Cara Cek Lewat Website – 6 Langkah
Ini cara paling cepat. Tidak perlu daftar akun, langsung bisa dipakai.
- Buka browser (Chrome atau Safari), ketik cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih domisili sesuai KTP: Provinsi → Kabupaten/Kota → Kecamatan → Desa/Kelurahan
- Masukkan nama lengkap persis seperti di KTP atau KK, termasuk nama tengah dan tanda baca
- Isi kode captcha yang muncul di layar
- Klik tombol CARI DATA
- Baca hasilnya
Kalau nama terdaftar, sistem menampilkan jenis bantuan (PKH atau BPNT), nominal, periode, dan status pencairan. Kalau muncul tulisan “Tidak Terdapat Peserta/PM”, artinya nama tersebut belum masuk data penerima saat ini.
Cara Cek Lewat Aplikasi Cek Bansos
Cocok buat yang ingin memantau secara rutin atau mengajukan perubahan data.
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” dari Play Store atau App Store
- Daftar dengan mengisi NIK, nomor KK, nama lengkap, email, dan password — lalu lakukan verifikasi wajah dan foto KTP
- Setelah login, pilih menu Cek Bansos di beranda
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP
- Tekan Cari Data — hasilnya bisa langsung di-screenshot
Kelebihan aplikasi dibanding website: pengguna bisa mengajukan perubahan atau sanggahan data langsung dari sana bila ada ketidaksesuaian kondisi di lapangan.
Arti Hasil Pencarian dan Desil DTKS
Hasil cek bansos terhubung ke sistem desil DTKS. Ini artinya:
| Desil | Status Bansos |
|---|---|
| Desil 1–4 | Prioritas PKH, BPNT, dan PBI-JKN |
| Desil 5 | Berpotensi mendapat BPNT dan PBI-JKN |
| Desil 6–10 | Umumnya tidak menerima bansos reguler |
Tapi bagaimana kalau kondisi ekonomi memang susah tapi nama tidak muncul? Ada beberapa penyebab umum: NIK tidak sinkron dengan data Dukcapil, ada anggota keluarga yang berstatus ASN/TNI/Polri, kondisi ekonomi keluarga dianggap sudah membaik berdasarkan data, atau ada data ganda.
Solusinya: lapor langsung ke perangkat desa atau kelurahan untuk proses verifikasi lapangan. Petugas akan melakukan pemutakhiran data ke DTSEN.
Nominal Bansos yang Cair di 2026
Besaran bantuan bervariasi tergantung jenis dan komponen keluarga penerima. Berikut rinciannya:
| Jenis Bansos | Nominal |
|---|---|
| PKH — Ibu Hamil | Rp3.000.000/tahun |
| PKH — Anak SD | Rp900.000/tahun |
| PKH — Anak SMP | Rp1.500.000/tahun |
| PKH — Anak SMA | Rp2.000.000/tahun |
| PKH — Lansia 60+ | Rp2.400.000/tahun (Rp600.000/tahap) |
| BPNT (Sembako) | Rp200.000/bulan atau Rp600.000/tahap |
| Beras | 20 kg/bulan |
BLT Rp600 ribu yang sering disebut di media sebenarnya adalah akumulasi nilai PKH atau BPNT yang dicairkan per tahap bukan program terpisah.
Pencairan dilakukan melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau Kantor Pos, tergantung data rekening KPM yang terdaftar di sistem Kemensos.
Kalau nama sudah terdaftar di DTKS, tinggal pantau jadwal pencairan sesuai tahap yang ditetapkan Kemensos. Kalau belum terdaftar dan memenuhi syarat, ajukan melalui aplikasi Cek Bansos atau datang langsung ke kantor desa dengan membawa KTP dan KK.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.