JAKARTA — lobi AI pemilu di Manhattan menghabiskan US$27 juta, tapi hasilnya justru membuat dua kubu teknologi itu pulang dengan tangan hampa. Micah Lasher menang di pemilihan pendahuluan Kongres New York pada Selasa malam dan langsung menolak dikendalikan oleh dua perusahaan AI besar yang ikut membiayai perang iklan itu.
Lasher, yang tidak didukung besar-besaran oleh perusahaan AI mana pun, mengalahkan Alex Bores, anggota dewan negara bagian yang mendadak berubah jadi pusat pertarungan antara kubu pro-keamanan AI dan kubu pro-inovasi AI. Di panggung kemenangan, Lasher menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil petunjuk dari dua raksasa itu soal perlindungan anak, lapangan kerja, dan lingkungan.
“Saya punya kabar untuk dua perusahaan AI besar yang memberi perhatian luar biasa pada siapa yang akan menang di kursi kongres ini,” kata Lasher, seperti dikutip Fortune. “Saya tidak akan mengambil arahan dari kalian berdua ketika menyangkut perlindungan anak-anak kami, pekerjaan kami, dan lingkungan kami.”
Uang besar, hasil kecil
Yang membuat pemilu ini menarik bukan sekadar pemenangnya. Yang lebih besar justru pertanyaannya: apakah uang dari industri AI benar-benar bisa mengubah arah politik?
Dalam kasus ini, jawabannya belum terlihat meyakinkan. Public First Action, super PAC yang didukung Anthropic, menggelontorkan US$19 juta untuk mendukung Bores. Di kubu seberang, Leading the Future yang terkait dengan Presiden OpenAI Greg Brockman dan Andreessen Horowitz, menghabiskan US$8 juta untuk menyerang Bores. Totalnya menembus US$27 juta, angka yang besar untuk satu kontestasi tingkat lokal.
Lasher menang dengan 39 persen suara. Jack Schlossberg, cucu Presiden John F. Kennedy, finis jauh di bawah. Namun kemenangan Lasher tidak otomatis menjadi kemenangan strategi keuangan Anthropic. Sebab, setelah terpilih, ia menyatakan akan tetap mendorong agenda regulasi AI yang mirip dengan posisi Bores.
Adam Kovacevich, pendiri Chamber of Progress dan mantan eksekutif kebijakan publik Google, menilai ada selisih antara harapan dan kenyataan. “Mereka ingin dunia yang bisa berkata bahwa mereka memilih seorang juara regulasi AI yang vokal,” ujarnya kepada Fortune. “Tapi hasilnya belum sampai ke sana.”
Kenapa perebutan kursi ini penting
Pemilihan di New York itu jadi pengecualian. Menurut Kovacevich, inilah satu-satunya kontestasi sejauh ini di Amerika Serikat ketika dua kubu AI berhadapan langsung di kursi yang sama. Satu pihak mendorong regulasi lebih ketat, pihak lain menekan agar inovasi tidak dibebani aturan berlapis.
Di luar Manhattan, pertarungan semacam ini bisa memberi sinyal ke politisi lain. Jika seorang legislator mendorong aturan AI tanpa melibatkan industri, ia berisiko diserang. Jika terlalu lunak, ia bisa kehilangan dukungan dari kelompok pro-keamanan. Pesannya sederhana. Siapa pun yang bertarung di arena AI kini tak lagi hanya berhadapan dengan argumen teknis, tapi juga mesin politik yang berisi uang, jaringan, dan pesan tak langsung.
Kovacevich menyebut strategi PAC ini sebagian memang dirancang untuk membantu kawan dan menjatuhkan lawan. Tapi ada tujuan lain yang lebih halus: mengirim sinyal ke politisi lain. “Kalau Anda memimpin dorongan regulasi AI tanpa masukan industri, Anda akan jadi target,” katanya. Sebaliknya, kubu pro-keamanan ingin menunjukkan bahwa mereka siap mendukung politisi yang bersedia memasang pagar pembatas.
Rp bukan jaminan kemenangan
Meski uangnya besar, dampaknya belum tentu sebanding. Data yang dihimpun Transformer, platform yang menggabungkan laporan Federal Election Commission, menunjukkan PAC terkait AI sudah menghabiskan lebih dari US$50 juta untuk pemilu 2026. Dari jumlah itu, sekitar US$22 juta datang dari kelompok pro-inovasi seperti Leading the Future, sementara hampir US$28 juta berasal dari PAC pro-keamanan seperti Public First Action.
Namun, sejauh ini, hasil yang mereka dapat kecil. Dalam banyak pemilihan, PAC AI cenderung mendukung petahana. Dan petahana umumnya lebih mudah menang daripada penantang baru. Karena itu, efek uang politik AI belum sepenuhnya bisa dipisahkan dari kekuatan bawaan kandidat yang mereka dukung.
Ada faktor lain yang membuat pengaruh mereka terbatas: AI belum menjadi isu utama bagi pemilih. Survei NBC News pada Maret menemukan 57 persen pemilih menilai risiko AI lebih besar daripada manfaatnya. Tapi isu itu belum naik ke daftar teratas saat musim kampanye tiba. Riset Blue Rose Research yang melibatkan lebih dari 6.000 responden juga menunjukkan AI memang naik paling tinggi dari sisi pentingnya bagi publik, tetapi tetap hanya berada di peringkat 29 dari 39 isu yang diukur.
Regulasi AI masih akan ditentukan di tempat lain
Peta politik AI di Amerika masih bergerak. Kongres yang lambat membuat kubu pro-inovasi seperti Leading the Future lebih nyaman, karena penundaan aturan memberi ruang bagi industri untuk bernapas. Sebaliknya, pola regulasi per negara bagian menguntungkan Anthropic dan Public First Action, yang mendukung pendekatan bertahap dan pagar pengaman di tingkat lokal.
Kovacevich menilai belum ada skenario yang benar-benar menang pada Selasa malam. Kongres bisa saja bergerak lebih pelan, tapi belakangan banyak pihak meyakini Partai Demokrat akan berusaha mendorong regulasi AI yang bersifat bipartisan. Di sisi lain, negara bagian tetap bisa menambal kekosongan aturan federal dengan kebijakan masing-masing.
Untuk pembaca, pertarungan ini memberi gambaran sederhana: uang teknologi memang masuk ke politik, tapi hasilnya belum tentu sesuai target. Dalam isu AI, perusahaan besar bisa membiayai kampanye, membentuk narasi, dan menekan lawan. Mereka belum tentu bisa menentukan pemenang. Dan belum tentu pula bisa menentukan isi undang-undang.
Yang jelas, kemenangan Lasher membuat satu hal makin terang. Pertarungan seperti di NY-12 sulit terulang persis sama. “Sulit melihat ada pertempuran seperti ini di depan mata,” kata Kovacevich. Setelah Manhattan, kubu AI tampaknya harus mencari medan baru.
Ringkasan singkat
1. Lasher menang di pemilihan pendahuluan Kongres New York meski perang lobi AI mencapai US$27 juta.
2. Anthropic dan kubu pro-keamanan AI mendukung Alex Bores, sementara kubu OpenAI menentangnya.
3. Hasil pemilu menunjukkan uang industri AI belum otomatis mengubah pilihan pemilih atau arah regulasi.
FAQ singkat
Apa fokus konflik ini? Perebutan pengaruh antara kubu pro-regulasi AI dan pro-inovasi AI.
Apakah uang AI menentukan hasil? Belum. Dalam kasus ini, tidak.
Apa dampaknya ke depan? Perusahaan AI kemungkinan tetap melobi kandidat dan aturan, tapi pengaruhnya masih terbatas.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.