Di Inggris, pemerintah menargetkan aturan itu berjalan pada musim semi 2027. Kanada juga bergerak ke arah yang sama, dengan rencana melarang anak di bawah 16 tahun memakai platform kecuali aplikasi itu memiliki pengaman yang memadai. Di Amerika Serikat, yang menjadi rumah bagi banyak raksasa media sosial, peluang aturan federal serupa masih kecil.
Namun, di luar AS, perdebatan soal dampak media sosial tampaknya sudah bergeser. Panel ahli akademik independen yang ditunjuk pemerintah Inggris untuk meneliti pengaruh media sosial terhadap remaja memang menyebut temuannya “nuansatif”. Meski begitu, Perdana Menteri Keir Starmer memilih tetap melangkah.
Artinya sederhana: pemerintah tak mau menunggu bukti yang sempurna sementara risiko pada anak sudah terasa sekarang. Bagi orang tua, ini memberi sinyal bahwa negara mulai ikut turun tangan dalam ruang yang selama ini dikuasai platform.
Big tech melawan lewat lobi dan kampanye
Di saat pemerintah memperketat aturan, industri teknologi juga bergerak cepat. Uang lobi mereka masih deras. Di Uni Eropa, perusahaan teknologi besar menghabiskan sekitar 150 juta euro atau sekitar Rp2,6 triliun untuk lobi tahun lalu, naik sepertiga hanya dalam dua tahun. Isu media sosial masuk daftar utama pembahasan, meski kecerdasan buatan jadi fokus terbesar dalam pertemuan dengan Komisi Eropa.
Meta tercatat sebagai pengeluar terbesar dengan 10 juta euro, menurut kelompok kampanye Corporate Europe Observatory dan LobbyControl. Seorang anggota parlemen Uni Eropa bahkan menyebut perusahaan teknologi “membombardir” Brussel dengan pesan-pesan yang menantang larangan usia di media sosial.
Di Amerika Serikat, lobi yang sama juga menyasar Kids Online Safety Act, rancangan undang-undang yang sedang dibahas Senat. Aturan itu akan mewajibkan platform media sosial menyiapkan langkah pencegahan atas sejumlah bahaya bagi anak, termasuk penggunaan kompulsif.
Meta menjadi pelobi teknologi paling besar di AS, menurut Issue One. Perusahaan itu disebut memiliki satu pelobi untuk setiap enam anggota Kongres. Antara 2020 hingga 2024, raksasa teknologi secara kolektif menghabiskan 260 juta dolar AS untuk lobi federal.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.