Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Irlanda Pimpin EU, tapi Raksasa Teknologi Kendalikan Regulasinya

Irlanda presidensi EU dikuasai kepentingan raksasa teknologi global
Irlanda pimpin presidensi EU mulai 1 Juli 2026 saat regulasi AI besar dirundingkan. (Ilustrasi: AI)

Molly Russell bukan satu-satunya. Dan selama Irlanda gagal menegakkan aturan itu, korban berikutnya hanya soal waktu.

Secara ekonomi, dependensi Irlanda memang menggiurkan. Pada 2022, Irlanda mengumpulkan pajak korporasi per kapita hampir lima kali lebih besar dari Prancis atau Jerman. Negara kecil yang dulu miskin ini berhasil memenangkan “race to the bottom” secara fiskal. Tapi biayanya ditanggung oleh demokrasi, keamanan digital, dan perlindungan anak-anak di seluruh Eropa.

Mengapa Ini Penting bagi Siapa Pun di Luar Eropa

Regulasi teknologi EU bukan urusan internal Eropa. GDPR sudah memengaruhi cara platform global — termasuk yang digunakan di Indonesia — menangani data pengguna. Aturan AI EU yang sedang dirundingkan akan membentuk standar global berikutnya, sama seperti GDPR dulu. Jika Irlanda mengendalikan negosiasi itu sambil berada dalam genggaman Google dan Meta, hasilnya akan terasa di mana-mana.

Preseden ini juga relevan untuk memahami bagaimana negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, kerap menjadi arena tawar-menawar serupa: antara investasi besar dari raksasa teknologi dan kemampuan nyata untuk mengawasi mereka.

Seperti diungkap Sarah Wynn-Williams dalam Careless People — ketika regulator disebut “lapdog” oleh perusahaan yang seharusnya mereka awasi, ada sesuatu yang sudah sangat salah. Dan kini, “lapdog” itu sedang didudukkan di kursi pimpinan rapat regulasi teknologi seluruh Eropa.


Ringkasan 3 Poin:

1. Konflik kepentingan struktural: Irlanda memegang presidensi EU tepat saat regulasi teknologi dirundingkan, padahal ekonominya bergantung pada Google, Meta, dan Apple yang bermarkas di Dublin.

2. Satu dekade kelambanan regulasi: DPC Irlanda tidak menuntaskan satu pun investigasi besar terhadap Google sejak GDPR berlaku — membuat perlindungan data 450 juta warga EU tersandera.

3. Pola revolving door: Posisi regulator diisi mantan lobbyist industri, sementara mantan regulator langsung bergabung dengan firma hukum Big Tech — siklus yang merusak kepercayaan publik.

FAQ Singkat:

Apa itu presidensi Dewan EU? Setiap enam bulan, satu negara anggota bergiliran memimpin rapat dan agenda legislasi Dewan EU — termasuk menentukan prioritas dan kecepatan negosiasi aturan baru.

Kenapa perusahaan teknologi memilih Irlanda? Kombinasi tarif pajak korporasi rendah (12,5%), bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, dan akses ke pasar EU menjadikan Dublin basis Eropa yang ideal bagi raksasa teknologi AS.

Apakah ada solusi yang diusulkan? Sejumlah pengamat dan regulator Eropa mendorong agar mekanisme “country of origin” direvisi, sehingga investigasi besar tidak bisa diblokir oleh satu negara anggota saja.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda