Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Kemenperin yakin penurunan harga LNG jadi angin segar bagi industri

Kemenperin yakin penurunan harga LNG jadi angin segar bagi industri
Foto: Zlaťáky.cz/Pexels

Kemenperin menegaskan ada tiga harapan utama dari industri. Pertama, penyaluran gas melalui skema AGIT harus dipenuhi penuh sesuai regulasi. Kedua, volume gas yang sudah dialokasikan tidak boleh dikurangi sepihak karena akan langsung memukul efisiensi pabrik. Ketiga, kepastian pasokan energi mesti dijaga agar daya saing produk Indonesia tetap kuat di pasar domestik maupun ekspor.

“Pelaku industri berharap agar apa yang sudah diputuskan oleh pemerintah terkait AGIT dapat direalisasikan sepenuhnya di lapangan. Tidak boleh ada pemotongan atau pengurangan volume, karena setiap penurunan pasokan akan langsung mengoreksi produktivitas manufaktur kita,” tegas Febri.

Daya saing industri jadi taruhan utama

Pemerintah menurunkan harga LNG untuk industri sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing nasional dan mencegah pemutusan hubungan kerja. Dalam situasi harga gas dunia yang sempat tinggi, biaya produksi di sektor padat energi ikut tertekan. Karena itu, pemangkasan harga gas dipandang sebagai instrumen untuk menahan biaya produksi agar tidak terlalu jauh membebani pelaku usaha.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan tersebut diambil setelah koordinasi intensif antara pemerintah dan DPR dalam merespons dinamika geopolitik global yang berdampak pada sektor gas nasional. Pernyataan itu ia sampaikan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6). Artinya, kebijakan ini tidak muncul tiba-tiba. Ada pembahasan yang cukup panjang di belakangnya.

Bagi industri, harga bahan baku energi kerap menentukan ritme produksi. Kalau biaya gas turun, ruang untuk menekan ongkos produksi ikut terbuka. Itu penting bukan hanya untuk menjaga margin usaha, tapi juga untuk mencegah harga produk melonjak di pasar. Pada akhirnya, konsumen juga ikut merasakan dampaknya lewat stabilitas harga barang.

Kemenperin menyatakan akan terus mengawal hasil koordinasi bersama DPR RI serta kementerian dan lembaga terkait agar pasokan gas untuk industri tetap terjaga. Pengawalan ini menjadi penting karena kebijakan harga murah tanpa kepastian suplai bisa kehilangan efek. Sebaliknya, jika harga dan volume sama-sama terjaga, industri punya peluang lebih besar untuk menjaga produksi, mempertahankan tenaga kerja, dan memperkuat ekspor.

Di titik ini, penurunan harga LNG bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi banyak pabrik, selisih dari sekitar US$20-23 per MMBTU ke US$13 per MMBTU berarti ada ruang untuk mengatur ulang biaya. Ada napas tambahan. Dan bagi sektor manufaktur yang sedang menjaga ketahanan usaha, angka itu cukup menggigit.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda