PADANG — Lebih dari seribu mahasiswa membuka akun Tabungan Emas dalam satu sesi kuliah. Bukan kebetulan — itu hasil CEO Talks Pegadaian di Universitas Andalas, Padang, Senin (29/6), dan angka itu bicara banyak soal betapa laparnya anak muda terhadap panduan finansial yang konkret.
PT Pegadaian (Persero) menggelar sesi tatap muka langsung dengan ratusan calon wisudawan, mengangkat tema Inovasi Keuangan Digital dan Inklusi Keuangan: Peran Strategis Pegadaian dalam Pemberdayaan Masyarakat. Formatnya bukan ceramah satu arah — ini ruang diskusi industri dan kampus yang dirancang agar mahasiswa pulang dengan tindakan nyata, bukan sekadar catatan kuliah.
Tiga Fondasi yang Sering Diabaikan Lulusan Baru
Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian, Ismail Ilyas, membuka dengan premis sederhana tapi jarang dibahas di ruang kelas: prestasi akademik saja tidak cukup. Ada tiga hal yang menurutnya wajib dikuasai sebelum memasuki dunia kerja — literasi keuangan, peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi.
Ketiganya saling mengunci. Tanpa literasi keuangan, gaji pertama habis sebelum tanggal 10. Tanpa adaptasi, keahlian yang dipelajari di kampus bisa usang dalam tiga tahun ke depan.
“Dunia kerja akan terus bertransformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi. Generasi muda wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif dan bijak mengelola keuangan,” kata Ismail di hadapan peserta yang memadati ruangan.
Ismail lalu melontarkan prinsip yang langsung memancing perhatian: Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini. Maknanya padat — investasi yang dimulai sekarang, meski kecil, jauh lebih murah biayanya dibanding memulai terlambat. Bunga berbunga bekerja untuk siapa yang memulai lebih awal. Itu matematika, bukan motivasi.
Apa yang Harus Dilakukan Begitu Gaji Pertama Cair?
Ismail tidak berhenti di teori. Ia mendorong peserta untuk langsung mengambil langkah konkret begitu menerima penghasilan pertama — dan langkah itu punya urutan yang jelas.
Pertama, dana darurat. Minimal tiga kali pengeluaran bulanan, idealnya enam kali. Ini tameng pertama sebelum bicara investasi apa pun. Kedua, skala prioritas pengeluaran — bedakan mana kebutuhan dan mana keinginan yang bisa ditunda. Ketiga, baru masuk ke instrumen investasi yang sesuai profil risiko dan tujuan jangka panjang.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.