Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pemerintah Mau Dongkrak Pemanfaatan Energi Hijau, Ini 2 Sumbernya

Ilustrasi dua sumber energi hijau Indonesia: PLTS tenaga surya dan biodiesel
Pemerintah targetkan bauran energi terbarukan melalui 2 strategi utama: memperluas mandatori biodiesel dan percepatan PLTS 100 GW. (Ilustrasi: AI)

Elektrifikasi: Langkah Komplementer

Selain kedua program utama tersebut, pemerintah juga terus mendorong elektrifikasi di berbagai sektor. Program ini meliputi promosi penggunaan kompor listrik sebagai pengganti LPG dan percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Elektrifikasi berperan penting dalam mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

Strategi komprehensif ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada satu solusi, tetapi mengembangkan ekosistem energi hijau yang terintegrasi. Mulai dari sektor transportasi, rumah tangga, hingga industri ketenagalistrikan, semua mendapat perhatian dalam roadmap transisi energi nasional.

Mengapa Ini Penting

Peningkatan bauran energi terbarukan bukan sekadar angka statistik—ini tentang ketahanan energi jangka panjang. Indonesia, sebagai negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, memerlukan suplai energi yang stabil dan berkelanjutan. Ketergantungan pada bahan bakar fosil tidak hanya menguras sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan biaya impor dan risiko volatilitas harga energi global.

Dengan mengembangkan energi hijau, pemerintah juga berkontribusi pada target iklim global dan meningkatkan kredibilitas Indonesia di forum internasional. Investasi dalam infrastruktur energi terbarukan juga membuka peluang lapangan kerja baru dan mendorong inovasi teknologi hijau domestik.

Jalan Panjang ke Depan

Meskipun bauran EBT nasional sudah melampaui target Renstra, tantangan masih menghadang. Pembangunan PLTS 100 GW membutuhkan investasi besar, lahan yang luas, dan infrastruktur transmisi yang kuat. Demikian pula dengan ekspansi mandatori biodiesel, yang harus seimbang dengan kebutuhan pangan nasional dan keberlanjutan industri perkebunan.

Dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah diharapkan terus mempercepat pelaksanaan strategi ini sambil memastikan koordinasi antarkementerian dan partisipasi sektor swasta. Transisi energi Indonesia tidak akan selesai dalam waktu singkat, tetapi setiap langkah hari ini akan menentukan ketahanan energi masa depan.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda