Selasa, 30 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Pemerintah Mau Dongkrak Pemanfaatan Energi Hijau, Ini 2 Sumbernya

Ilustrasi dua sumber energi hijau Indonesia: PLTS tenaga surya dan biodiesel
Pemerintah targetkan bauran energi terbarukan melalui 2 strategi utama: memperluas mandatori biodiesel dan percepatan PLTS 100 GW. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Pemerintah memiliki dua senjata utama untuk meningkatkan pemanfaatan energi hijau: memperluas program mandatori biodiesel dan mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt. Strategi ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional sebesar 18,3%, melampaui target Rencana Strategis yang ditetapkan pada kisaran 17-21%. Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam transisi energi, meski masih banyak ruang untuk dikembangkan lebih lanjut.

Biodiesel Jadi Penyumbang Terbesar

Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, mengungkapkan bahwa kontributor terbesar bauran EBT saat ini justru berasal dari sektor non ketenagalistrikan, tepatnya Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau biodiesel. “Biodiesel menyumbang 5,38% terhadap bauran energi nasional,” kata Eniya dalam Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Pencapaian tinggi dari biodiesel ini bukan kebetulan. Program mandatori biodiesel, yang secara bertahap telah diterapkan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025, telah membuahkan hasil signifikan. Meskipun demikian, pemerintah tidak berhenti di sini. Rencana selanjutnya adalah melanjutkan implementasi program dengan tahapan yang lebih agresif untuk meningkatkan porsi biodiesel dalam bauran energi nasional.

Di sektor ketenagalistrikan, kontributor terbesar kedua adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air, diikuti oleh tenaga biomassa. Namun, potensi pertumbuhan paling besar justru terletak pada energi surya yang masih belum dimaksimalkan.

PLTS 100 GW: Target Ambisius Energi Surya

Langkah berani pemerintah adalah mempercepat pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt. Angka ini bukan sekadar target biasa—ini adalah ambisi untuk mengubah lanskap energi Indonesia. Dengan potensi sinar matahari yang melimpah di kepulauan tropis, energi surya menjadi peluang emas untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Strategi kami saat ini fokus pada dua isu besar: biodiesel dan PLTS 100 gigawatt. Keduanya ingin kami dongkrak untuk meningkatkan bauran energi,” jelas Eniya. Target ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi karbon dan memenuhi target net-zero emission yang semakin dekat.

Elektrifikasi: Langkah Komplementer

Selain kedua program utama tersebut, pemerintah juga terus mendorong elektrifikasi di berbagai sektor. Program ini meliputi promosi penggunaan kompor listrik sebagai pengganti LPG dan percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik. Elektrifikasi berperan penting dalam mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.

Strategi komprehensif ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada satu solusi, tetapi mengembangkan ekosistem energi hijau yang terintegrasi. Mulai dari sektor transportasi, rumah tangga, hingga industri ketenagalistrikan, semua mendapat perhatian dalam roadmap transisi energi nasional.

Mengapa Ini Penting

Peningkatan bauran energi terbarukan bukan sekadar angka statistik—ini tentang ketahanan energi jangka panjang. Indonesia, sebagai negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, memerlukan suplai energi yang stabil dan berkelanjutan. Ketergantungan pada bahan bakar fosil tidak hanya menguras sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan biaya impor dan risiko volatilitas harga energi global.

Dengan mengembangkan energi hijau, pemerintah juga berkontribusi pada target iklim global dan meningkatkan kredibilitas Indonesia di forum internasional. Investasi dalam infrastruktur energi terbarukan juga membuka peluang lapangan kerja baru dan mendorong inovasi teknologi hijau domestik.

Jalan Panjang ke Depan

Meskipun bauran EBT nasional sudah melampaui target Renstra, tantangan masih menghadang. Pembangunan PLTS 100 GW membutuhkan investasi besar, lahan yang luas, dan infrastruktur transmisi yang kuat. Demikian pula dengan ekspansi mandatori biodiesel, yang harus seimbang dengan kebutuhan pangan nasional dan keberlanjutan industri perkebunan.

Dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah diharapkan terus mempercepat pelaksanaan strategi ini sambil memastikan koordinasi antarkementerian dan partisipasi sektor swasta. Transisi energi Indonesia tidak akan selesai dalam waktu singkat, tetapi setiap langkah hari ini akan menentukan ketahanan energi masa depan.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda