Rencana Pramono sejalan dengan upaya nasional perluasan Sekolah Rakyat. Di tingkat daerah lain seperti Ponorogo, Jawa Timur, program ini juga bergulir. Meski di sana masih menghadapi tantangan penjangkauan—kuota SD baru terisi separuh hingga akhir Juni 2026—namun SMP dan SMA sudah mencapai kapasitas penuh, bahkan dengan waiting list yang panjang.
Prioritas Anak Rentan, Bukan Silang Asuh
Yang membedakan usulan Pramono dari skema pendidikan lain adalah fokus pada anak-anak rentan. Tidak ada ruang untuk mengabaikan mereka yang paling membutuhkan. Ini bukan hanya retorika: Pramono menekankan akan memastikan verifikasi ketat agar benar-benar anak dari keluarga terbawah yang mendapat kuota tambahan.
“Saya minta yang 1.000 ini betul-betul dari keluarga terbawah. Keluarga broken home, anak-anak putus sekolah, dan anak-anak yang sebagian besar bekerja di jalanan, pengamen, dan sebagainya,” terangnya dengan penekanan.
Komitmen ini penting di tengah realitas Jakarta yang masih punya banyak anak jalanan dan putus sekolah. Data pasti jumlah mereka memang sulit, namun siapa pun yang pernah jalan-jalan di pusat kota tahu bahwa angkanya tidak sedikit. Program ini bisa menjadi pintu keluar nyata.
Langkah Berikutnya: Infrastruktur dan Pendamping
Pertanyaan praktis muncul: bagaimana Jakarta menyiapkan 1.000 tempat boarding school tambahan? Pramono menyebut pemerintah pusat ikut membantu, tapi detail teknis masih perlu dijabarkan. Apakah akan dibangun gedung baru, atau memanfaatkan fasilitas yang ada?
Selain infrastruktur, aspek pendamping sosial juga krusial. Anak-anak jalanan dan putus sekolah biasanya membawa trauma dan hambatan psikologis. Mereka perlu bimbingan emosional, bukan hanya akademik. Kesuksesan Sekolah Rakyat akan bergantung pada seberapa baik tim pendamping mampu memahami kebutuhan mereka.
Momentum ini adalah kesempatan. Sekolah Rakyat bukan sekedar program musiman—ia adalah investasi jangka panjang pada generasi yang kini terancam tersingkir. Jika Pramono dan tim dapat mewujudkan rencana ini dengan serius, Jakarta bisa menunjukkan bahwa tidak ada anak yang ditinggalkan.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.