Inggris menolak keras kritik Washington. Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves menegaskan masa depan Greenland ada di tangan rakyat Greenland dan Denmark, bukan presiden AS.
“Saya sudah menegaskan hal ini sejak pertama kali usulan itu muncul,” kata Reeves.
Di balik adu ucapan itu, ada persoalan yang jauh lebih besar yakni uang. Negara-negara Eropa sedang ditekan untuk memperbesar anggaran pertahanan, sementara banyak pemerintah masih bergulat dengan perlambatan ekonomi dan kebutuhan fiskal domestik. Inggris pun menghadapi dilema serupa. Partai Buruh kesulitan mencari ruang anggaran untuk memenuhi ekspektasi NATO tanpa memperlebar tekanan pada kas negara.
Trump diperkirakan akan kembali menegur sekutu Eropa, termasuk Inggris, karena dinilai belum cukup berupaya mencapai target belanja pertahanan. Dalam perdebatan NATO, angka 3,5 persen PDB bukan sekadar target teknis. Angka itu menentukan siapa yang menanggung biaya keamanan Eropa dan sejauh mana AS masih mau memikul beban yang selama ini dinilai terlalu berat.
Dampak langsung bagi Eropa dan sekutu AS
Ancaman tarik pasukan AS dari Eropa punya dampak praktis yang besar. Pangkal pertanyaannya sederhana: jika ribuan tentara Amerika benar-benar dikurangi, siapa yang mengisi celah pertahanan di darat, laut, dan udara? Negara-negara Eropa belum punya jawaban cepat. Banyak dari mereka masih bergantung pada logistik, intelijen, dan payung nuklir AS. Tanpa itu, daya cegah NATO bisa turun tajam, terutama di sayap timur yang paling sensitif terhadap ancaman Rusia.
Di level politik, ancaman Trump juga membuat sekutu makin sulit membaca arah Washington. Satu hari AS menekan soal anggaran. Hari berikutnya, ia mengaitkan pertahanan dengan isu imigrasi, energi, sampai Greenland. Bagi pasar dan pemerintah Eropa, ketidakpastian ini punya konsekuensi nyata: rencana belanja pertahanan bisa berubah, negosiasi antarnegara makin alot, dan investasi industri militer ikut terdorong naik karena semua pihak bersiap pada skenario terburuk.
Perang Iran yang disebut Trump pun ikut menambah retakan di dalam aliansi. Saat satu anggota ingin bergerak cepat, anggota lain memilih menahan diri. Itu bukan detail kecil. Dalam NATO, perbedaan semacam ini bisa menentukan seberapa solid aliansi saat krisis muncul. Dan kali ini, Ankara menjadi panggung baru untuk memperlihatkan bahwa hubungan AS dan sekutunya belum benar-benar pulih.
“Mengapa kami harus mengeluarkan ratusan miliar dolar sementara mereka tidak ada saat kami butuh? Kami selalu ada untuk mereka,” kata Trump.
Kalimat itu menutup hari yang berat bagi NATO, dengan Greenland, Iran, dan ancaman tarik pasukan AS kembali menempel di meja negosiasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.