Sabtu, 11 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Jawa Barat Bidik Investasi Baru dari Malaysia, Patimban hingga Kertajati Ditawarkan

Peta proyek infrastruktur strategis di Jawa Barat untuk menarik investasi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mempromosikan proyek infrastruktur strategis kepada investor mancanegara. (Ilustrasi: AI)

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara agresif membidik perluasan investasi dari Selangor, Malaysia, guna mengoptimalkan potensi ekonomi daerah. Langkah ini mencuat dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 di Bandung, di mana otoritas daerah menawarkan proyek infrastruktur strategis nasional sebagai pintu masuk modal asing.

Hingga pertengahan 2026, catatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan realisasi investasi dari Negeri Jiran telah menembus angka Rp47 triliun. Angka ini menempatkan Malaysia sebagai salah satu investor utama yang paling dominan di wilayah Jawa Barat.

Hubungan ekonomi kedua belah pihak pun tercermin dari surplus perdagangan yang mencapai 1,1 miliar dolar Amerika Serikat, sekaligus menempatkan Malaysia dalam daftar 10 besar negara tujuan ekspor Jawa Barat.

Tawarkan Proyek Strategis Nasional

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar ajang formalitas. Pihaknya sengaja memaparkan portofolio proyek strategis yang memiliki daya ungkit ekonomi tinggi untuk menarik minat para investor dari Selangor.

Daftar penawaran tersebut meliputi Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, serta aksesibilitas konektivitas seperti Jalan Tol Cisumdawu, Cipali, dan Purbaleunyi.

“Jangan hanya sekadar pertemuan, perkenalan, salaman, setelah itu bubar. Jangan hanya sampai di situ saja, tapi terus kita kembangkan setiap peluang usaha kerja sama,” ujar Erwan saat memberikan keterangan di Bandung. Ia menekankan pentingnya komitmen keberlanjutan bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di Jawa Barat.

Untuk mengawal masuknya modal tersebut, pemerintah daerah menyiapkan lima pilar strategi.

Fokus utamanya mencakup kepastian hukum dan keamanan investasi, integrasi sektor UMKM dalam rantai pasok industri, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penguatan pelayanan publik yang responsif.

Langkah ini diambil untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif bagi investor asing.

Sektor Pariwisata Medis

Selain sektor infrastruktur dan industri, kolaborasi antara Jawa Barat dan Selangor juga menyasar sektor jasa kesehatan.

EXCO Pemerintah Negara Bagian Selangor untuk Pemerintahan Daerah dan Pariwisata, YB Dato’ Ng Suee Lim, menyebut Indonesia sebagai pasar krusial bagi pengembangan wisata medis mereka. Kedekatan geografis dan kesamaan budaya menjadi modal utama yang ditawarkan Selangor kepada masyarakat Indonesia.

Sektor pariwisata sendiri sudah memiliki jejak historis yang kuat antara kedua wilayah. Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa wisatawan asal Malaysia berkontribusi sekitar 12,5 persen terhadap total kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat.

Melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor berupaya memperkenalkan layanan kesehatan terintegrasi di mana pasien dapat memperoleh akses medis sekaligus menikmati berbagai destinasi wisata yang tersedia.

Dampak bagi Industri Lokal

Bagi pelaku industri lokal dan masyarakat, keterlibatan investor Malaysia dalam proyek strategis seperti Patimban dan Kertajati memiliki urgensi tinggi.

Pembangunan infrastruktur yang masif diharapkan dapat menekan biaya logistik nasional, yang selama ini menjadi tantangan utama daya saing ekspor Indonesia.

Selain itu, integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri yang dijanjikan Pemprov Jabar menjadi kunci agar arus investasi tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi juga memberikan efek domino bagi ekonomi rakyat di sekitar proyek strategis.

Tantangan ke depan bagi pemerintah daerah adalah membuktikan bahwa kemudahan birokrasi dan kepastian hukum yang dijanjikan benar-benar dirasakan di lapangan.

Jika konsistensi dalam pelayanan investasi tetap terjaga, peluang untuk menarik modal tambahan dalam skala yang lebih besar tetap terbuka lebar. Upaya ini akan menjadi penentu apakah arus modal dari Selangor dapat benar-benar mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat di sisa tahun 2026.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda