Senin, 20 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Anggota Komisi II DPR: Satu Suara Pemilih Muda Bisa Tentukan Masa Depan Bangsa

Anggota Komisi II DPR
Anggota Komisi II DPR: Satu Suara Pemilih Muda Bisa Tentukan Masa Depan Bangsa

BANDARLAMPUNG — Setiap suara pemilih muda memiliki kekuatan besar untuk mengubah arah pembangunan. Bukan sekadar kampanye, ini soal tanggung jawab kolektif yang nyata.

Anggota Komisi II DPR RI Rycko Menoza menekankan pentingnya pendidikan politik berkelanjutan bagi pemilih pemula. Tidak hanya meningkatkan kualitas demokrasi, tetapi juga melahirkan generasi pemilih yang sadar dan bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

“Harapan kita melalui pendidikan berkelanjutan ini, kualitas pemilihan ke depan bisa lebih baik, baik dari sisi masyarakat yang memilih maupun figur yang dipilih,” ujar Rycko saat berbicara di Bandarlampung, Sabtu.

Sosialisasi Strategis untuk Pemilih Pemula

Sebagai mitra penyelenggara pemilu, Komisi II DPR memandang sosialisasi politik memiliki peran strategis, terutama bagi mereka yang akan menggunakan hak pilih untuk pertama kalinya. Rycko mengatakan edukasi politik harus mampu memberikan pemahaman konkret bahwa setiap suara memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.

“Satu suara yang mereka tentukan akan berpengaruh besar kepada masa depan daerah, masa depan provinsi, maupun masa depan bangsa. Kita tentu tidak ingin pertumbuhan dan pembangunan suatu daerah menjadi lambat hanya karena pemimpinnya mencederai amanah dan tersangkut permasalahan hukum,” jelasnya.

Dampak nyata dari keputusan pemilih itu langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari. Kebijakan yang menyentuh masyarakat—mulai dari harga bahan bakar minyak, harga kebutuhan pokok, hingga pembangunan infrastruktur—merupakan hasil dari keputusan politik yang lahir melalui proses demokrasi.

Artinya, pemilihan pemimpin yang tepat bukan hal abstrak; hasilnya sangat konkret dan menyangkut ekonomi, kesejahteraan, dan akses layanan publik setiap hari.

Evaluasi Sistem Demokrasi Indonesia

Indonesia telah menerapkan sistem demokrasi langsung sejak 2004. Karenanya, evaluasi terhadap penyelenggaraan pemilu perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi, baik dari sisi kedewasaan masyarakat dalam menggunakan hak pilih maupun integritas pemimpin yang terpilih.

Rycko mengajak para pemilih pemula, termasuk Generasi Z, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Kesadaran politik yang meningkat di kalangan pemilir muda menjadi faktor penting dalam melahirkan pemimpin yang bersih, akuntabel, dan berintegritas—pemimpin yang mampu menjaga keberlanjutan pembangunan daerah maupun nasional.

Dalam konteks ini, tidak ada suara yang sia-sia. Partisipasi pemilih muda bukan hanya tentang turut serta dalam prosedural demokrasi, melainkan tentang investasi terhadap masa depan ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan bersama yang akan mereka rasakan dalam jangka panjang.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda