Selain itu, 11 tim reformasi telah dibentuk untuk mengevaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat, menilai kinerja 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan memperkuat pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program MBG Tetap Didukung Meski Mundur
Nanik menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan yang sempat menjadi sorotan publik. Ia menanggapi tuduhan bahwa program tersebut memiliki tujuan politis jelang Pemilu 2029.
“Saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas,” tegas Nanik.
Argumennya sederhana namun logis. Mayoritas penerima manfaat saat ini adalah balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak suara dalam pemilihan. “Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos,” katanya.
Presiden telah menyetujui pendekatan yang lebih terfokus. Program MBG akan ditujukan lebih spesifik kepada balita, ibu menyusui, ibu hamil, anak sekolah dasar hingga menengah, serta siswa semua tingkatan di kawasan 3T.
Nanik mengakhiri pernyataannya dengan fokus pada kesembuhan. “Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya, prens. Mereka minta saya harus membenahi pola makan dan tidak boleh stres,” tulisnya di Facebook.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.