Kamis, 23 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

The Odyssey di IMAX Diserbu, Rekor Baru untuk Nolan

The Odyssey di IMAX memicu rekor baru penjualan tiket
Permintaan The Odyssey di IMAX memecah ekspektasi industri dan membuat kursi premium cepat habis terjual. (Ilustrasi: AI)

Tekanan produksi itu kemudian menjadi bahan bakar rasa penasaran. Penonton film, terutama penggemar format besar, melihat 70mm sebagai cara “paling benar” untuk menyaksikan The Odyssey. Dari sisi emosi, pengalaman seperti itu menawarkan sesuatu yang sulit diganti layar rumah: gambar lebar, suara yang menyapu ruangan, dan sensasi hadir di dalam adegan.

Jorge Barraza, chief science officer di Immersion Neuroscience, mengatakan orang tidak sekadar membayar untuk layar lebih besar atau speaker lebih keras. Mereka membayar untuk pengalaman yang menangkap perhatian, melibatkan lebih banyak indera, dan membentuk memori yang lebih kuat. Ia menilai pengalaman yang imersif cenderung meninggalkan jejak emosional lebih dalam.

“When these experiences are immersive, they’re a lot richer in a sensory way,” kata Barraza kepada Fortune. “They’re likely to generate stronger memories and connect with us more.”

IMAX pun menegaskan pola yang sama. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa ketika pembuat film menghadirkan “a truly extraordinary event,” penonton akan datang untuk merasakannya di IMAX. Kalimat itu terdengar seperti strategi bisnis, tapi pada praktiknya juga jadi pembacaan baru atas selera pasar.

Apa artinya bagi bioskop dan studio

Soal dampaknya, inilah titik paling penting. Bukan cuma untuk film Nolan, tapi untuk cara industri menjual pengalaman menonton. Saat streaming membuat akses hiburan makin mudah, studio justru didorong untuk menciptakan tontonan yang terasa istimewa di bioskop. Premium format berubah dari tambahan kecil menjadi mesin pendapatan yang makin diperhitungkan.

Paul Dergarabedian, kepala Marketplace Trends di Rentrak, menyebut pembukaan The Odyssey sebagai “one of the most monumental weekends in moviegoing history.” Ia menilai kerumunan penonton, jadwal yang habis, dan antrean konsesi memperlihatkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar angka tiket.

“The audience is telling the industry something,” kata Dergarabedian kepada Fortune. “The most powerful people in Hollywood are the moviegoers and they either vote by being there or not being there.”

Kalimat itu terasa relevan karena data pasar ikut mengarah ke sana. Menurut Rentrak, box office domestik naik 10,3% year-over-year menjadi lebih dari $5.4 billion, dan menembus tonggak $5 billion pada 8 Juli, 15 hari lebih cepat dibanding 2025.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda