Jumat, 24 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Kepala BGN Sudaryono Respons Kritik MBG Dihentikan: Bukan Ranah Kami, Tender Politik Prabowo

Kepala BGN Sudaryono Respons Kritik MBG Dihentikan
Foto: finance..com

JAKARTA — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dapat dihentikan semudah melontarkan kritik. Program ini merupakan janji politik utama Presiden RI Prabowo Subianto yang telah dirancang jauh sebelum masa kepemimpinan berjalan.

Pernyataan ini disampaikan Sudaryono merespons desakan sejumlah pihak yang meminta program MBG dihentikan. Berbagai kritik tersebut menyoroti beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tata kelola yang dianggap belum optimal, hingga adanya kasus korupsi yang menyeret pimpinan sebelumnya di instansi tersebut.

Bukan Ranah Badan Gizi Nasional

Sudaryono secara tegas menyatakan bahwa kewenangan untuk menghentikan atau membubarkan program MBG bukanlah wewenang instansi yang dipimpinnya. Menurutnya, tuntutan pembubaran yang muncul belakangan ini tidak dapat dikategorikan sebagai kritik yang substantif.

“Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritik-nya sama dengan misalnya hentikan atau bubarkan MBG bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN, ya,” ungkap Sudaryono di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Ia menekankan bahwa posisi program MBG sangat fundamental bagi pemerintah. Program ini adalah manifestasi dari janji kampanye Prabowo Subianto yang kemudian diimplementasikan setelah beliau terpilih sebagai Presiden. Dengan demikian, penghentian program bukanlah opsi yang tersedia bagi pihak eksekutif di lapangan.

Fokus pada Perbaikan Tata Kelola

Alih-alih meladeni polemik penghentian program, Sudaryono menyatakan fokus BGN saat ini terletak pada perbaikan tata kelola internal. Target utamanya adalah memastikan setiap porsi makan bergizi yang diberikan kepada penerima manfaat terjaga kualitas dan keamanannya.

Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko kesehatan, seperti potensi keracunan makanan yang bisa timbul akibat proses pengolahan yang kurang higienis atau penggunaan bahan baku yang tidak memenuhi standar. Kualitas bahan baku kini menjadi aspek krusial agar program tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Di sisi lain, Sudaryono menyoroti dampak ekonomi lokal dari pelaksanaan MBG. Program ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di tingkat desa dengan melibatkan pelaku UMKM sebagai penyedia bahan pangan. Dengan sistem yang terukur, ia berharap manfaat dari program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

“Ini adalah program dari rakyat dan akan diberikan kepada rakyat, ya. Sekali lagi, kami mendengarkan. Saya mendengarkan, kami mendengarkan,” tutur Sudaryono mengenai masukan yang masuk ke institusinya.

Bagi pelaku industri kecil dan masyarakat, kelanjutan program ini membawa konsekuensi langsung terhadap stabilitas rantai pasok pangan lokal. Standar kualitas bahan baku yang ketat menjadi kunci utama keberhasilan operasional BGN ke depan agar tetap mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan generasi penerus sekaligus menggerakkan ekonomi akar rumput secara berkelanjutan.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda