Ujian Berat Integritas Lembaga
Kejaksaan Agung sebelumnya sempat angkat bicara mengenai kasus yang menyeret Febrie Adriansyah. Lembaga tersebut menyampaikan permohonan maaf sekaligus berjanji bakal mengusut kasus ini secara transparan. Namun, janji itu saja dinilai belum cukup oleh publik. Hasto menekankan bahwa integritas sebuah institusi penegak hukum sedang dipertaruhkan di sini.
Profesionalisme aparat kini ditagih. Apakah prosedur akan dijalankan secara konsisten, atau justru akan melunak jika subjek yang diproses adalah mantan pejabat tinggi? Sikap diskriminatif, menurut pandangan Hasto, hanyalah celah yang secara perlahan menggerogoti kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan masyarakat, institusi penegak hukum akan kehilangan wibawanya sendiri.
Sampai detik ini, detail mengenai proses hukum yang membelit Febrie memang belum banyak terungkap ke permukaan. Termasuk soal fasilitas penahanan yang memicu perdebatan luas di jagat maya dan diskusi publik. Masyarakat kini berada dalam posisi menunggu pembuktian.
Apakah aparat mampu memangkas jarak antara hukum yang tertulis di atas kertas dengan praktik di lapangan? Hanya waktu yang akan menjawab apakah janji transparansi itu sekadar lip service atau langkah nyata untuk memulihkan rasa keadilan yang selama ini terasa mencederai nalar publik.
Kasus ini menjadi cermin bagi institusi hukum untuk segera berbenah. Jika tidak, bukan tidak mungkin narasi tentang “hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas” akan terus mengakar dan menjadi stigma yang sulit dihapuskan dari benak masyarakat luas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.