Sjafrie dengan tegas menyatakan rasa optimismenya terhadap kesiapan tempur TNI saat ini. Ia merasa tenang melihat progres yang ditunjukkan di lapangan. “TNI sudah mampu menjawab tantangan tugas dalam memelihara dan menjaga serta mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya saat memberikan keterangan pers.
Ia menekankan bahwa latihan terintegrasi yang digelar bukan sekadar formalitas rutin. Ada target besar di baliknya. Hasil dari rangkaian latihan ini akan dilaporkan kepada Presiden RI selaku Panglima Tertinggi. Tujuannya satu: meyakinkan pimpinan tertinggi negara bahwa militer Indonesia benar-benar siap memikul beban berat menjaga kedaulatan.
Bagi Sjafrie, latihan siang itu adalah bukti nyata. “Untuk membuktikan kepada Panglima Tertinggi bahwa Tentara Nasional Indonesia sudah siap sejak tahun 2026 untuk memikul beban tugas dalam rangka menjaga, memelihara, dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas mantan Danjen Kopassus tersebut.
Kehadiran para petinggi ini di Dabo Singkep memberikan sinyal kuat tentang arah pertahanan Indonesia ke depan. Komitmen pembangunan kekuatan yang terpadu bukan lagi sekadar wacana di meja rapat, melainkan diwujudkan lewat kedekatan emosional dan dukungan logistik yang solid antara pemerintah, legislatif, dan militer.
Kini, dengan brevet yang menempel di dada, kelima tokoh tersebut resmi terikat dalam korps yang menjunjung tinggi semboyan ‘Jalesu Bhumyamca Jayamahe’. Mereka bukan lagi sekadar tamu, melainkan bagian dari detak jantung operasional Korps Marinir dalam menghadapi tantangan kedaulatan di masa depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.