Sinergi antara aparat kewilayahan, warga setempat, dan anggota dewan menjadi garda terdepan untuk mencegah perambahan lahan serupa di masa depan.
Pengawasan berbasis partisipasi publik dianggap lebih efektif sebagai deteksi dini. Radea menekankan bahwa perlindungan lingkungan bukan lagi sekadar urusan birokrasi di atas kertas. Komitmen nyata harus ditunjukkan oleh semua pemangku kepentingan. Jika masyarakat sudah berani bersuara, para oknum pengusaha nakal tentu akan berpikir dua kali sebelum melanggar aturan.
Tuntutan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Soal hukum, dewan tidak ingin main-main. Radea menegaskan bahwa proses penegakan hukum harus transparan dan menyentuh otak di balik peristiwa ini. Polisi tidak boleh hanya berhenti pada eksekutor lapangan yang memegang gergaji. Dalang yang memberikan modal dan instruksi harus segera diungkap ke publik agar ada efek jera yang nyata.
DPRD Kota Bandung memastikan mereka akan mengawal proses hukum ini sampai tuntas. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas; tidak ada ruang negosiasi bagi siapa pun yang mengorbankan kelestarian lingkungan demi ambisi bisnis pribadi. Setiap pohon yang hilang adalah kerugian bagi masa depan warga kota.
Kini, publik menunggu tindak lanjut dari aparat kepolisian terkait penelusuran aktor intelektual di balik penebangan tersebut. Apakah hukum akan benar-benar tajam ke atas, atau justru tumpul saat berhadapan dengan kepentingan pembangunan bisnis?
Jawaban atas pertanyaan itu akan terlihat dari bagaimana instansi berwenang menindak tegas para pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya pohon-pohon tersebut dalam beberapa hari ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.