Kantor sheriff kepada CNN mengatakan petugas “spoke with family members on scene, and confirmed he was alone inside” sebelum meredakan situasi.
Mereka juga menjelaskan bahwa penanganan krisis kesehatan mental kerap dilakukan dengan “creating time, distance, and opportunities for communication.” NBC6, media lokal di Florida Selatan, melaporkan kendaraan sheriff dan satu mobil pemadam terlihat di luar rumah di kawasan Westchester, Miami-Dade County, dan warga sekitar mengatakan rumah itu milik Hilton.
Di sisi platform, juru bicara TikTok kepada The Washington Post mengatakan kesalahan moderator membuat penghapusan siaran langsung terlambat. Sistem moderasi TikTok, kata dia, menandai livestream itu dalam hitungan menit. Ia juga membantah laporan yang menyebut siaran berlangsung 30 menit dan mengatakan durasinya sekitar setengah dari itu. TikTok kemudian memblokir akun Hilton.
Golden Artists Entertainment, agensi yang menaungi Hilton, melalui para co-CEO Dante Rusciolelli dan Rebekah Kochan mengatakan mereka mengetahui konten yang mengkhawatirkan yang beredar di internet, tetapi belum bisa melakukan kontak langsung dengannya meski upaya terus dilakukan.
Dalam unggahan lanjutan di Instagram, agensi itu menyebut belum ada informasi baru tentang kondisi Hilton dan menegaskan fokus para agen tetap pada kesehatan, pemulihan, serta privasi Hilton dan keluarganya.
Chris Booker, rekan pembawa acara The Perez Hilton Podcast with Chris Booker sejak 2015, juga mengatakan podcast mereka “all TBD at the moment” karena perhatian bersama tertuju pada kesehatan Hilton. Ia berharap bisa kembali memandu acara itu bersama Hilton “when the time is appropriate.”
Dari nama besar blog gosip ke sorotan soal kesehatan mental
Hilton, yang nama aslinya Mario Lavandeira, dikenal lewat blog gosip yang populer sekaligus kontroversial pada 2000-an. Karyanya menarik jutaan pembaca, tapi juga memicu penolakan dari sejumlah selebritas yang merasa pemberitaannya kasar.
Demi Lovato pernah menyebut Hilton sebagai “bully,” Lady Gaga menuduhnya menguntit pada 2013, dan Mila Kunis pada 2018 menyebutnya sebagai orang pertama yang menciptakan “ugly news” dan “spread filth.” Dalam memoarnya tahun 2020, Hilton menulis bahwa ia “never needed to be so mean or cruel,” dan mengaku menyesal telah melukai banyak orang dengan julukan-julukan jahat, termasuk sikapnya terhadap anak-anak selebritas.
Ia juga mengatakan kini tak lagi meyakini praktik membocorkan identitas seksual selebritas sebagai hal yang bisa diterima.
Kasus ini ikut menyorot satu hal yang sering luput: ketika sebuah krisis pribadi terjadi di ruang publik, keluarga, rumah sakit, platform, dan media dipaksa bergerak hampir bersamaan. Di titik ini, nasib anak-anak Hilton, proses pemulihan dirinya, dan langkah TikTok terhadap insiden tersebut masih akan terus dipantau.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.