Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kushner ke Israel Pekan Depan Bahas Gaza dan Gencatan Senjata

Kushner ke Israel untuk membahas situasi Gaza
Kushner ke Israel dipersiapkan untuk pembahasan tahap baru rencana Gaza. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kushner ke Israel pekan depan untuk membahas situasi Gaza, menurut lima sumber yang mengetahui rencana itu. Jared Kushner, utusan Presiden Trump sekaligus menantu sang presiden, akan menjalani lawatan pertamanya ke Israel sejak Januari.

Kunjungan itu datang saat Gedung Putih dan Board of Peace milik Trump mencoba mendorong tahap berikutnya dari rencana Gaza. Fokusnya jelas: pelucutan Hamas dan kemungkinan penarikan Israel dari wilayah itu.

Kushner ke Israel di tengah sikap hati-hati Netanyahu

Rencana perjalanan ini muncul ketika pemerintah Benjamin Netanyahu masih sangat skeptis terhadap rencana Gaza versi Amerika Serikat. Situasi makin sensitif karena pemilu yang dijadwalkan pada Oktober ikut membebani keputusan politik di Yerusalem.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan pihaknya ingin memastikan langkah berikutnya tetap sejalan. “We see eye-to-eye on the strategic goal, but Israel has expressed some doubts about the plan and we want to talk to them in order to make sure we are coordinated,” kata pejabat itu, sembari menambahkan tanggal pasti perjalanan masih bisa berubah.

Artinya, pembicaraan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Washington ingin memastikan Israel tidak mengerem proses yang sudah disiapkan, sementara Tel Aviv berusaha menjaga ruang manuver politik di dalam negeri.

Netanyahu sempat menolak pelucutan Hamas

Dua minggu lalu, Trump mengumumkan bahwa Board of Peace miliknya telah mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk melucuti senjata dan menyerahkan kendali sipil serta keamanan Gaza kepada pemerintahan teknokrat Palestina yang baru.

Namun pada Minggu, Netanyahu secara terbuka menolak rencana pelucutan Hamas itu. Penolakan tersebut muncul setelah tekanan dari mitra koalisi dan lawan politiknya di dalam negeri.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan pernyataan Netanyahu itu dipandang Gedung Putih sebagai politik musim pemilu, bukan semata-mata pernyataan kebijakan. Tapi Washington tetap mengingatkan bahwa kerja sama harus dijaga.

“We understand Bibi’s political needs. We have no problem with it as long as he continues to do what we ask — especially regarding restraining attacks in Gaza,” kata pejabat Amerika Serikat itu.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda