Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Begal Bercelurit Serang Ibu di Serpong Tangsel, 6 Pelaku Diburu Polisi

Garis polisi di lokasi kejadian perkara begal di Tangerang Selatan
Tim penyidik kepolisian melakukan olah TKP di lokasi kejadian tindak kriminal di kawasan Serpong. (Ilustrasi: AI)

TANGERANG SELATAN — Seorang ibu berinisial Evi Nurmalasari menjadi korban aksi perampasan disertai kekerasan atau begal saat melintas di kawasan Buaran, Serpong, Tangerang Selatan, pada Kamis (20/8) pagi. Korban yang baru saja selesai mengantar anaknya ke Stasiun Rawa Buntu tak berdaya saat diadang sekelompok orang bersenjata tajam.

Pokok Peristiwa

Insiden nahas itu berlangsung sekitar pukul 04.55 WIB dalam perjalanan pulang korban menuju kediamannya. Menurut penuturan adik korban, Putri, kakaknya dikepung oleh enam orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Tanpa kompromi, para pelaku diduga langsung mencoba merampas motor yang dikendarai Evi.

Upaya perlawanan yang sempat dilakukan korban berujung tragis. Evi terjatuh ke aspal, lalu salah satu pelaku menyabetkan celurit ke arahnya. Luka sayatan senjata tajam tersebut mengenai tangan kanan korban hingga menyebabkan pendarahan hebat.

Karena tidak membawa ponsel saat kejadian, Evi sempat kesulitan meminta pertolongan sampai akhirnya ditemukan oleh warga dan dilarikan ke RS Columbia dengan pengawalan pihak Polres Tangerang Selatan.

Konteks

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan, Ipda Yudhi Susanto, memastikan jajarannya telah melakukan langkah cepat terkait peristiwa tersebut. Tim penyidik Satreskrim sudah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menghimpun bukti pendukung.

Pihak kepolisian saat ini tengah menelusuri rekaman CCTV dari sebuah bengkel di sekitar Resto Piro yang diduga merekam momen serangan para pelaku.

Dampak dan Langkah Berikutnya

“Penyidik Sat Reskrim telah melaksanakan cek dan olah TKP. Saat ini tim sedang bekerja dan melakukan penyelidikan atas peristiwanya,” ujar Yudhi saat dikonfirmasi, Jumat (21/8). Hingga saat ini, polisi masih memburu keenam pelaku yang identitasnya belum terungkap. Korban sendiri telah menjalani proses visum sebagai bagian dari pelengkap berkas penyelidikan.

Kejahatan jalanan dengan senjata tajam memang menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di jam-jam sepi. Kasus serupa juga tercatat terjadi di wilayah lain, menunjukkan bahwa pelaku begal kerap beraksi dengan pola kelompok dan membawa senjata tajam untuk melumpuhkan korban secara sadis.

Kondisi keamanan di kawasan Serpong kini menjadi sorotan warga sekitar. Warga berharap kepolisian dapat segera meringkus komplotan tersebut untuk mencegah jatuhnya korban lain. Kecepatan pengungkapan kasus menjadi pertaruhan bagi pihak kepolisian untuk mengembalikan rasa aman di ruang publik, mengingat tingkat kriminalitas jalanan sering kali meningkat pada waktu-waktu sebelum matahari terbit.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda