PADANG PARIAMAN — Jembatan Kayu Gadang Sikabu yang telah dua kali putus akibat banjir akhirnya akan dibangun kembali. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan pembangunan segera dilakukan dengan anggaran Rp 47,5 miliar melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2026.
Andre melakukan tinjauan langsung ke lokasi jembatan di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (21/8/2026). Ia menegaskan bahwa infrastruktur ini sangat krusial bagi masyarakat lokal. “Kita sekarang ada di Jembatan Kayu Gadang Sikabu, jembatan yang sudah dua kali putus. Insya Allah akan dibangun untuk ketiga kalinya,” kata Andre.
Jembatan itu merupakan akses vital. Tanpanya, warga Sikabu harus menempuh perjalanan tambahan sekitar 10 kilometer untuk mencapai jembatan alternatif lainnya. Kondisi ini sangat menghambat mobilitas dan ekonomi lokal.
Semua persyaratan administrasi dan rekomendasi teknis telah dipenuhi. Kementerian Pekerjaan Umum telah memasukkan proyek ini ke dalam program Inpres Jalan Daerah 2026. “Insya Allah dalam beberapa bulan ke depan jembatannya akan segera dibangun melalui anggaran APBN Inpres Jalan Daerah tahun 2026. Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah mulai dibangun,” ujar Andre.
Desain Baru Antisipasi Bencana
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat Elsa Putra Friandi menjelaskan proses pembangunan sedang dalam tahap administrasi dan penganggaran. Setelah surat keputusan dan anggaran diterbitkan, proses tender akan dilakukan.
“Totalnya Rp47,5 miliar yang akan kita lakukan melalui skema Inpres Jalan Daerah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat SK-nya keluar dan kemudian anggarannya keluar,” kata Friandi.
Desain jembatan baru telah belajar dari dua kejadian bencana sebelumnya. BPJN berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Balai Teknik Sungai untuk mendapatkan rekomendasi teknis. Fokus utama adalah sistem proteksi jembatan dan kedalaman fondasi agar mampu menahan bencana serupa di masa depan.
“Yang pertama terkait dengan proteksi, yang kedua terkait dengan kedalaman fondasi. Mudah-mudahan dengan desain yang ada ini, kita bisa mengantisipasi kejadian yang pernah terjadi sebelumnya,” jelas Friandi.
Dua Kali Putus dalam Sembilan Tahun
Jembatan Kayu Gadang Sikabu pertama kali mengalami kerusakan saat banjir besar tahun 2017. Saat itu Andre Rosiade ikut menyampaikan kondisi darurat tersebut kepada BNPB. Jembatan kemudian dibangun kembali pada 2019 dengan dana hibah BNPB sekitar Rp 26 miliar.
Namun musibah terulang. Tahun 2022, setelah digunakan hanya sekitar dua tahun, jembatan kembali roboh akibat banjir. Kerugian infrastruktur dan putusnya akses warga mendorong upaya perjuangan untuk pembangunan yang lebih kokoh kali ini.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Bupati Padang Pariaman John Kennedi Azis mengapresiasi kerja sama lintas institusi. “Ini adalah kolaborasi, kerja sama kita semua. Aparat perangkat daerah Kabupaten Padang Pariaman juga sangat dibantu oleh Pak Andre dan Pak Andi,” kata John Kennedi dalam kunjungan yang sama.
Bupati berharap pembangunan dapat dimulai pada November 2026. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung kelancaran proyek agar hasil akhirnya berkualitas optimal.
“Kita bantu kontraktornya supaya bekerja dengan lancar, jangan ada masalah-masalah, supaya hasilnya pun optimal,” kata John Kennedi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.