Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Utusan AS Temui Zelensky di Kyiv Usai Bicara dengan Putin

Utusan AS bertemu Zelensky di Kyiv usai dialog Putin
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv setelah pembicaraan di Moskow. (Ilustrasi: AI)

Balasan Rusia ikut menghantam target regional Ukraina di luar Kyiv. Moskow juga mengklaim serangan rudal terhadap dua kapal kargo komersial dekat Odesa pada Minggu, dengan tuduhan kapal itu membawa pasokan militer Barat lewat Laut Hitam. Klaim-klaim ini memperlihatkan betapa rapuhnya ruang negosiasi yang sedang dibuka utusan AS.

Putin, Donbas, dan garis keras Kremlin

Setelah pertemuan di Kremlin, ajudan kebijakan luar negeri Yuri Ushakov mengatakan Putin memberi penilaian lengkap soal medan perang dan menyampaikan keyakinan penuh atas laju serangan Rusia. Menurut Ushakov, Putin menegaskan bahwa perdamaian jangka panjang harus menyentuh “root causes” konflik.

Ia menyebut pembicaraan itu konstruktif dan jujur, meski belum ada terobosan konkret. Topik lain yang ikut dibahas adalah kemungkinan kerja sama ekonomi jangka panjang antara Washington dan Moskow.

Tapi garis keras Kremlin tampaknya belum bergeser. Negosiasi sebelumnya macet karena Rusia menolak kompromi atas tuntutan penarikan total Ukraina dari kota-kota benteng di Donbas dan penolakan resmi Kyiv terhadap keanggotaan Nato.

Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov juga melontarkan peringatan keras setelah tuduhan Jerman soal rencana drone di bandara. Ia menyebut itu “by and large the start of a real war”, sebuah bahasa yang makin menegaskan renggangnya hubungan Moskow dengan ibu kota-ibu kota Eropa.

Kyiv fokus pada musim dingin dan energi

Di Kyiv, pejabat Ukraina menegaskan ada batas tegas pada konsesi yang bisa mereka terima. Menteri luar negeri Andrii Sybiha, dengan merujuk pada besarnya kerugian Rusia, mengatakan Moskow berada dalam posisi “no position” untuk mengatur syarat damai.

Pembicaraan di Kyiv juga menyinggung kebutuhan energi musim dingin Ukraina. Otoritas setempat berpacu memperkuat sistem pemanas kota dan pasokan listrik sebelum suhu turun, setelah serangan sebelumnya menghancurkan 9GW kapasitas pembangkit.

National security advisers dari Inggris, Prancis, dan Jerman dijadwalkan ikut dalam pembahasan lanjutan yang lebih luas, dengan fokus pada koordinasi jaminan energi dan keamanan jangka panjang. Di lapangan, perang masih berjalan. Diplomasi baru mulai bergerak, dan hasilnya belum terlihat.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda