JAKARTA — harga diesel 2027 naik tajam dalam proyeksi terbaru Energy Information Administration (EIA). Lembaga statistik di bawah Energy Department itu pada Rabu menaikkan perkiraan harga eceran diesel di Amerika Serikat menjadi US$4,40 per galon, naik 33 sen dari proyeksi sebelumnya.
Kenaikan ini muncul saat pasokan global tetap ketat dan inventori domestik AS berada di level yang luar biasa rendah. Artinya, biaya bahan bakar bisa tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, sementara tekanan politik soal harga energi ikut memanas di Washington.
Proyeksi harga diesel 2027 naik karena stok seret
Dalam outlook terbarunya, EIA menyebut harga diesel eceran AS pada 2027 diperkirakan rata-rata US$4,40 per galon. Angka itu naik 33 sen, atau 8,2 persen, dari proyeksi sebelumnya US$4,07.
Lembaga itu juga menaikkan proyeksi 2026 sebesar 22 sen menjadi US$5,07 per galon. Di saat yang sama, EIA memperkirakan stok bahan bakar distilat AS akan turun di bawah 100 juta barel pada September dan tetap berada di bawah rekor terendah lima tahun selama sebagian besar 2027.
“We forecast U.S. distillate fuel oil inventories will drop below 100 million barrels in September and will remain below the five-year (2021–2025) low through much of 2027,” kata EIA dalam pernyataannya.
Perang Iran dan gangguan pasokan ikut menekan pasar
EIA menilai masalah stok itu dipicu hilangnya pasokan dari Timur Tengah, Rusia, dan China, ditambah ekspor bersih Amerika Serikat yang masih tinggi. Di sisi lain, konflik di Timur Tengah dan serangan drone Ukraina yang menyasar kilang Rusia ikut mengacaukan aliran minyak dan produk petroleum.
Efeknya sudah terasa di pasar. Harga diesel AS bulan ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa, menurut bahan sumber. Bagi konsumen dan pelaku usaha, terutama sektor logistik, pertanian, dan distribusi barang, harga solar yang tinggi langsung menekan biaya operasional. Ujungnya bisa merembet ke ongkos kirim dan harga barang di pasar.
EIA juga memperingatkan bahwa tekanan stok akan paling terasa pada musim gugur dan musim dingin karena pemeliharaan kilang memangkas produksi, sementara kebutuhan sektor pertanian dan permintaan musim dingin justru naik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.