Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga diesel 2027 naik 33 sen, pasokan global seret

Grafik harga diesel 2027 dan pasokan global
EIA menaikkan proyeksi harga diesel 2027 di tengah pasokan global yang ketat. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — harga diesel 2027 naik tajam dalam proyeksi terbaru Energy Information Administration (EIA). Lembaga statistik di bawah Energy Department itu pada Rabu menaikkan perkiraan harga eceran diesel di Amerika Serikat menjadi US$4,40 per galon, naik 33 sen dari proyeksi sebelumnya.

Kenaikan ini muncul saat pasokan global tetap ketat dan inventori domestik AS berada di level yang luar biasa rendah. Artinya, biaya bahan bakar bisa tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama, sementara tekanan politik soal harga energi ikut memanas di Washington.

Proyeksi harga diesel 2027 naik karena stok seret

Dalam outlook terbarunya, EIA menyebut harga diesel eceran AS pada 2027 diperkirakan rata-rata US$4,40 per galon. Angka itu naik 33 sen, atau 8,2 persen, dari proyeksi sebelumnya US$4,07.

Lembaga itu juga menaikkan proyeksi 2026 sebesar 22 sen menjadi US$5,07 per galon. Di saat yang sama, EIA memperkirakan stok bahan bakar distilat AS akan turun di bawah 100 juta barel pada September dan tetap berada di bawah rekor terendah lima tahun selama sebagian besar 2027.

“We forecast U.S. distillate fuel oil inventories will drop below 100 million barrels in September and will remain below the five-year (2021–2025) low through much of 2027,” kata EIA dalam pernyataannya.

Perang Iran dan gangguan pasokan ikut menekan pasar

EIA menilai masalah stok itu dipicu hilangnya pasokan dari Timur Tengah, Rusia, dan China, ditambah ekspor bersih Amerika Serikat yang masih tinggi. Di sisi lain, konflik di Timur Tengah dan serangan drone Ukraina yang menyasar kilang Rusia ikut mengacaukan aliran minyak dan produk petroleum.

Efeknya sudah terasa di pasar. Harga diesel AS bulan ini sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa, menurut bahan sumber. Bagi konsumen dan pelaku usaha, terutama sektor logistik, pertanian, dan distribusi barang, harga solar yang tinggi langsung menekan biaya operasional. Ujungnya bisa merembet ke ongkos kirim dan harga barang di pasar.

EIA juga memperingatkan bahwa tekanan stok akan paling terasa pada musim gugur dan musim dingin karena pemeliharaan kilang memangkas produksi, sementara kebutuhan sektor pertanian dan permintaan musim dingin justru naik.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair