Eva melihat kejadian ini sebagai alarm keras bagi pemerintah. Menurutnya, akurasi data adalah jantung dari efektivitas distribusi bantuan sosial. Kesalahan input atau verifikasi yang asal-asalan berdampak langsung pada kesejahteraan warga yang memang membutuhkan intervensi pemerintah.
Ia meminta seluruh pihak menahan diri untuk tidak langsung menghakimi sebelum ada pemeriksaan menyeluruh. Transparansi dan verifikasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Baginya, sistem pendataan sosial ekonomi yang saat ini berjalan masih menyisakan banyak lubang yang harus segera ditambal.
“Saya menjadikan kejadian ini sebagai bukti bahwa sistem pendataan masih perlu diperbaiki. Jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan justru tidak terdata karena kesalahan sistem seperti ini,” ucapnya dengan nada serius.
Langkah selanjutnya kini berada di tangan instansi terkait. Eva berharap penelusuran mendalam segera dilakukan oleh pihak berwenang. Pemutakhiran data yang tidak sesuai, menurutnya, harus segera dilakukan agar kepercayaan publik tidak kian tergerus oleh data-data yang dianggap tidak valid.
Hingga kini, proses sinkronisasi data di Toraja Utara terus dipantau. Eva berkomitmen mengawal perbaikan ini agar kasus serupa tidak terulang kembali di masa depan. Fokusnya sekarang adalah memastikan setiap rupiah bantuan negara jatuh ke tangan yang tepat, bukan ke tangan yang tidak berhak atau justru salah sasaran akibat lemahnya basis data.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.