JAKARTA — Hipertensi kembali jadi alarm kesehatan serius di Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensinya pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8 persen berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah.
Angka hipertensi berdasarkan diagnosis dokter jauh lebih kecil, yakni 8,6 persen. Kesenjangan lebih dari 20 persen ini menunjukkan masih banyak warga yang belum tahu dirinya hidup dengan tekanan darah tinggi.
Hipertensi sering diam, tapi dampaknya besar
Masalahnya, hipertensi tidak selalu memberi tanda. Banyak orang merasa baik-baik saja, padahal tekanan darahnya sudah tinggi dan perlahan memberi beban pada pembuluh darah serta organ vital.
Karena itu, hipertensi kerap disebut sebagai faktor risiko yang sulit diabaikan. Dari luar tampak biasa. Di dalam tubuh, kerusakan bisa berjalan pelan.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, Dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, FINASIM, menjelaskan bahwa hipertensi bukan hanya soal angka tekanan darah yang naik. Ia juga berkaitan erat dengan kondisi kardiovaskular lain, termasuk atrial fibrillation atau AFib.
AFib adalah gangguan irama jantung yang membuat detak jantung tidak teratur. Saat ini terjadi, aliran darah di dalam jantung tidak optimal dan risiko bekuan darah ikut meningkat.
“Hipertensi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memberikan beban pada jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama seperti AFib.
Pada kondisi AFib, detak jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan aliran darah di dalam jantung tidak optimal dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut terbawa ke otak, dapat terjadi stroke.
Karena itu, pengendalian tekanan darah dan pemahaman terhadap kondisi irama jantung menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko komplikasi,” ujarnya di Jakarta, Jumat 11 September 2026.
Kenapa ini penting untuk banyak orang
Ini bukan isu kecil. Saat tekanan darah tinggi tidak terdeteksi, seseorang bisa baru sadar setelah muncul komplikasi yang jauh lebih berat. Stroke dan penyakit jantung sering datang setelah proses panjang yang sebenarnya bisa dipantau lebih awal.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.