Minggu, 20 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Keluarga Yudistiro Tabur Bunga di Lokasi Pencarian Selat Sunda

Kenzie Hafizan Pranoto dan ibunya Rodiah Nasution melakukan tabur bunga di kapal KN SAR 247 Tetuka Selat Sunda
Kenzie Hafizan Pranoto (kanan) bersama ibunya Rodiah Nasution melakukan tabur bunga dari kapal KN SAR 247 Tetuka di perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026) sebagai penghormatan kepada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang. (Ilustrasi: AI)

BANTEN — Anak dan istri Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews yang hilang kontak, turun dari kapal KN SAR 247 Tetuka di perairan Selat Sunda pada Jumat (18/9) untuk melakukan tabur bunga. Upacara sederhana itu menjadi penghormatan kepada lima jurnalis dan tiga awak kapal yang menghilang sejak 7 September saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kenzie Hafizan Pranoto, putra Yudistiro, berdampingan dengan ibunya Rodiah Nasution, menebarkan bunga ke laut. Momen itu merekam kesedihan keluarga yang menunggu kepastian nasib sang ayah setelah lebih dari sepuluh hari pencarian berlangsung tanpa hasil konkret.

Pencarian Memasuki Fase Kritis

Hingga saat tabur bunga dilakukan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih berlangsung dengan melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Namun momentum emas pencarian sudah mulai berlalu. Tim gabungan telah menyisir area dari Pesisir Carita hingga Pantai Anyer, bahkan ekspansi pencarian mencapai Samudra Hindia.

Keluarga korban tidak pasrah. Desi Ratnasari, istri Muhamad Bagus Khoirunnas (jurnalis LKBN ANTARA yang juga hilang), menyampaikan permohonan langsung saat rapat evaluasi di Posko SAR Nasional, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (17/9). “Saya memohon proses pencarian ini dapat diperpanjang serta lebih dimaksimalkan,” ujar Desi sambil menangis kepada media.

Desi meyakini bahwa masih ada beberapa titik perairan yang belum terjangkau tim SAR. “Pencarian sebelumnya sudah sangat maksimal, tetapi izin mungkin ada beberapa pulau yang belum tersentuh,” katanya. Permohonan ini menekankan urgensitas—setiap hari yang berlalu mengurangi harapan menemukan mereka hidup-hidup.

Solidaritas dari Berbagai Daerah

Kehilangan lima jurnalis dan tiga awak kapal membangkitkan gelombang duka di komunitas pers nasional. Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, puluhan jurnalis menggelar doa bersama di taman nasional pada Senin malam (15/9) sebagai bentuk solidaritas. Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Muhammad Rifki Hasan, mengatakan doa itu dimaksudkan sebagai kekuatan bagi kelima rekan pewarta yang masih hilang.

Di Bengkulu, momentum serupa tercipta seusai Shalat Dzuhur berjamaah pada Rabu (16/9) di Masjid Raya Baitul Izzah. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Prof KH Zulkarnain Dali, memandu doa untuk lima jurnalis dan tiga awak kapal.

“Semoga lima awak media dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda segera ditemukan apapun hasilnya dan keadaannya,” doa Zulkarnain.

Kepala Biro Antara Bengkulu, Anom Prihantoro, mengapresiasi kegiatan tersebut mengingat salah satu dari lima jurnalis yang hilang adalah jurnalis Antara yang dikenalnya secara pribadi.

Implikasi bagi Jurnalis Lapangan

Peristiwa hilangnya delapan orang ini meninggalkan pertanyaan menggantung tentang keselamatan jurnalis saat meliput peristiwa alam bencana.

Mereka berangkat dengan misi liputan—mengabadikan momen erupsi Gunung Anak Krakatau untuk informasi publik—namun kondisi laut yang ekstrem dan prediksi cuaca yang tidak akurat kemungkinan menjadi faktor penentu.

Keluarga di rumah, rekan sejawat di kantor, dan masyarakat luas menunggu hasil pencarian yang definisioner, apakah itu penemuan atau harus menutup harapan.

Tabur bunga yang dilakukan Kenzie dan Rodiah Nasution di atas kapal SAR bukan hanya ritual pelepasan. Itu representasi nyata dari bagaimana keluarga jurnalis navigasi antara harapan dan kepasrahan di tengah operasi pencarian yang semakin menemui hambatan waktu dan jangkauan geografis.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 20 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online